WN Iran Bawa 10 Ponsel dan 3 Paspor Bolak-balik Masuk RI 10 Kali, Ngapain?

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 12:26 WIB
Razia paspor palsu, polisi Thailand temukan mayat korban mutilasi
Ilustrasi paspor palsu (Foto: dok. BBC Magazine)
Jakarta - Warga negara (WN) Teheran, Iran, Ghassem Saberi Gilchalan diadili di PN Tangerang karena tertangkap memakai paspor palsu saat datang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Seperti apa?

Dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (10/12/2021), Ghassem di PN Tangerang didakwa menggunakan dokumen perjalanan palsu. Ghassem masuk ke Indonesia pada 19 Mei 2021.

Begini rangkaian Ghassem masuk ke Indonesia:

Ghassem tertangkap menggunakan dokumen paspor palsu pada 19 Mei 2021 di Bandara Soetta dengan menggunakan pesawat Qatar Airways QR956 rute Doha-Jakarta. Dia datang menggunakan paspor Bulgaria, namun saat pihak Imigrasi mengecek paspor tersebut ke Kedutaan Bulgaria, ternyata ditemukan paspor Ghassem palsu.

Ghassem juga mengakui paspor Bulgaria itu palsu saat pemeriksaan. Ghassem mengaku tujuan dia menggunakan paspor palsu agar mendapatkan visa B211A/izin tinggal di Indonesia.

Saat Ghassem diamankan, ditemukan 3 paspor, yakni 1 paspor Bulgaria atas namanya, tanggal-bulan-tahun pembuatan 10-11-2013 sampai 10-11-2018; 1 buah paspor Bulgaria atas namanya juga tanggal-bulan-tahun pembuatan 18-02-2020 sampai 18-02-2030, dan 1 buah paspor Iran atas namanya tanggal-bulan-tahun pembuatan 29-10-2018 sampai 29-10-2023. Dua paspor Bulgaria dinyatakan palsu, dan yang paspor Iran itu asli.

Dalam dakwaan jaksa, Ghassem merupakan warga negara asal Iran. Ghassem mendapat paspor Bulgaria dari temannya bernama Sayad dengan cara membeli.

Selain membawa paspor, Ghassem juga membawa 10 handphone, 1 tablet iPAD, 1 unit iPod, dan 2 buah modem.

Rinciannya merek handphone yang dibawa: 1 unit HP merek Samsung, 1 unit HP merek Nokia (rugged), 1 unit HP merek iPhone putih model A1524, 1 unit HP merek iPhone warna hitam, 1 unit HP merek Huawei warna Hitam, 1 unit HP merek Huawei warna biru, 1 unit HP merek iPhone warna putih model A1530, 1 unit HP merek Nokia 3310 warna biru, 1 unit HP merek Samsung warna putih Duos, dan 1 unit HP merek Nokia warna hitam lengkung.

Ghassem saat ini telah diadili di PN Tangerang. Dia dinyatakan bersalah menggunakan dokumen palsu dan divonis 2 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan.

Atas putusan itu dia juga menyatakan banding. Di tingkat banding vonisnya diperkuat, dia tetap dipenjara selama 2 tahun dengan denda yang sama.

Alasan hakim menguatkan putusan PN Tangerang adalah Ghassem sudah sering ke Indonesia dengan paspor palsu. Hakim menyebut Ghassem sudah bolak-balik ke Indonesia 10 kali menggunakan paspor palsu.

"Menimbang, bahwa namun demikian majelis hakim tingkat banding perlu memperbaiki tentang pertimbangan hal-hal yang memberatkan yang tidak terdapat di dalam uraian putusan pada tingkat pertama, berdasarkan berita acara di persidangan diperoleh fakta hukum berdasarkan keterangan Terdakwa, bahwa Terdakwa Ghassem Saberi Gilchalan datang ke Indonesia sudah 10 kali menggunakan paspor Bulgaria palsu sehingga perbuatan tersebut merupakan hal-hal yang memberatkan," tegas mejelis hakim.

Ghassem bersalah melanggar Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta Peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan.

Simak juga '2 WN Turki Ditangkap Gegara Skimming ATM di Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)