Begini Kondisi TKW yang Disiksa-Disekap Majikan di Saudi

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 14:07 WIB
TKW Karawang Diduga Ditelantarkan di Arab Saudi
TKW asal Karawang diduga disekap dan disiksa oleh majikan di Arab (Foto: Yuda Febrian Silitonga)
Jakarta -

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menelusuri keberadaan pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja wanita (TKW) asal Karawang, Jawa Barat, bernama Siti Halimah alias Munirah yang diduga disekap hingga disiksa majikannya di Arab Saudi. BP2MI mengungkapkan Siti Halimah saat ini berada di shelter KBRI Riyadh di Arab Saudi sejak 2 Desember 2021.

"Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa PMI (Siti Halimah) sedang menjalani karantina di shelter KBRI Riyadh, sehingga dapat dipastikan keamanannya dan tidak akan dikembalikan kepada majikan sehingga keluarga tidak perlu khawatir," ujar Koordinator Humas BP2MI Fanny Wahyu Kurniawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/12/2021).

Fanny menjelaskan Siti Halimah berangkat ke Arab Saudi pada 24 April 2009. Siti berangkat ke Arab Saudi melalui PT Bajri Putra Mandiri.

Fanny mengatakan kondisi fisik Siti Halimah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, Siti Halimah hanya diberi makan oleh majikannya 3 hari sekali.

"Saat ini kondisi fisiknya sangat mengkhawatirkan, karena hanya diberi makan 3 hari sekali, dan terkadang diberi makanan basi," tuturnya.

Kemudian, Fanny membeberkan Siti Halimah mengalami sejumlah penyiksaan oleh majikannya di Arab Saudi. Dia menyebut Siti Halimah juga disekap di kamar mandi.

"PMI dikabarkan mengalami penyiksaan dan disekap oleh majikan di kamar mandi," ucap Fanny.

Hanya, kata Fanny, tim Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) PMI Karawang tidak menemukan database milik Siti Halimah di SISKOTKLN. Hal tersebut membuat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang, BP2MI, dan keluarga harus mengumpulkan dokumen keberangkatan Siti Halimah supaya proses pemulangannya lebih cepat.

"Kementerian Luar Negeri meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, BP2MI, dan keluarga untuk mengumpulkan dokumen keberangkatan PMI Munirah binti Jasim (minimal nomor paspor), agar proses pemulangannya lebih cepat karena hingga saat ini belum ada kejelasan identitas yang dipakai saat keberangkatan," beber Fanny.

"Apabila data maupun dokumen tersebut tidak dapat ditemukan, kemungkinan besar akan melalui proses panjang. Kementerian Luar Negeri juga sudah memberikan kontak penjaga shelter kepada Ibu Lurah Palumbonsari untuk disampaikan kepada keluarga," sambungnya.

Sebelumnya, viral video menampilkan seorang PMI atau TKW asal Karawang diduga ditelantarkan majikannya di Arab Saudi. Pengunggah video itu menuliskan biodata PMI tersebut.

"Munirah bin Jasim tinggal di Kampung Lamaran RT 001/005, Desa Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Karawang. 12 tahun hilang kontak dengan nama ibu Iti dan nama adik Tarsiah, bagi yang mengenal hubungi saya di Arab Saudi," tulis akun Facebook H-navy Roma's yang mengunggah video tersebut pada Kamis (2/12) yang dilihat detikcom, Senin (6/12).

(drg/dhn)