Ketua KPK: Jokowi Pemimpin Orkestra Pemberantasan Korupsi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 10:29 WIB
Proses pelantikan 1.271 pegawai KPK jadi ASN curi perhatian publik. Ketua KPK Firli Bahuri pun angkat suara terkait proses pelantikan para pegawai KPK tersebut.
Ketua KPK Firli Bahuri (Andhika Prasetia/Detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri memberikan sambutan di Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021, yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Firli menyebut Jokowi merupakan pemimpin orkestra dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air.

"Bapak presiden yang kami hormati, KPK sungguh menyadari tanpa orkestra yang baik, yang mumpuni, yang mapan, tentulah gerakan pemberantas korupsi tidak bisa berhasil guna dan berdaya guna. Kami sangat berharap dan berterima kasih kepada bapak presiden, bapak presiden merupakan pemimpin orkestrasi pemberantasan korupsi," kata Firli di Gedung Joeang KPK, Kamis (9/12/2021).

Firli mengatakan Jokowi merupakan tumpuan untuk menuntaskan korupsi di Indonesia. Menurut Firli, Jokowi sebagai pemimpin orkestra pemberantasan korupsi dapat menghilangkan budaya korupsi tanpa pandang bulu.

"Kenapa kami sampaikan demikian karena di tangan bapak presiden lah kami berharap korupsi bisa kita entaskan. Korupsi bisa kita lenyapkan, tindakan suap menyuap bisa kita pinggirkan dan tidak ada lagi budaya korupsi. Melalui orkestra yang dipimpin oleh presiden, kami sungguh berharap kekuasaan-kekuasaan legislatif, kekuasaan-kekuasaan yudikatif dan eksekutif menjauh dari pelaku-pelaku korupsi," ujarnya.

Selanjutnya, Firli lantas menguatkan 3 strategi KPK, yakni pendidikan masyarakat, pencegahan, dan penindakan. Firli mengatakan KPK tentu memiliki keinginan untuk budaya antikorupsi.

"Yang kedua melalui pencegahan kami Ingat pesan bapak presiden bahwa aparatur penegak hukum suksesnya bukan hanya diukur banyaknya orang ditangkap, banyaknya orang dipenjarakan, tetapi suksesnya pencegahan adalah tidak terjadi lagi tindak pidana korupsi," ucapnya.

Lebih lanjut, Firli mengatakan KPK terus melakukan perbaikan dalam sistem di setiap kementerian/lembaga. Hal itu telah dilakukannya sesuai dengan rekomendasi yang diberikan pada tahun lalu.

"Dengan itu kami melakukan perbaikan sistem di seluruh lini, di seluruh kementerian/lembaga. Pada waktu yang lalu 2020, 45 kajian yang dilakukan KPK dan kami sampaikan kepada kementerian/lembaga dengan 65 rekomendasi," katanya.

"Alhamdulillah bapak presiden tindak lanjuti, kementerian/lembaga tindaklanjuti, sehingga kita terlepas dari praktik-praktik korupsi. Kalaupun masih ada, mulai hari ini tidak boleh lagi ada praktik-praktik korupsi," tambahnya.

Simak Video 'Jokowi: Pemberantasan Korupsi Masih Belum Baik, Semua Harus Sadar!':

[Gambas:Video 20detik]




(azh/fas)