detik's Advocate

KTP Saya Dipinjam Teman buat Utang Pinjol dan Diteror, Saya Harus Bagaimana?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 08:59 WIB
Achmad Zulfikar Fauzi
Achmad Zulfikar Fauzi (dok.detikcom)
Jakarta -

Polri telah melakukan operasi besar-besaran dengan menggerebek operator pinjol ilegal. Namun masih saja ada pinjom ilegal yang meneror masyarakat. Berikut salah satu aduan masyarakat ke detik's Advocate.

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com. Berikut pertanyaan lengkapnya:

Izinkan saya berkonsultasi tentang permasalahan yang saya hadapi ini.

Saya memiliki teman satu kantor bernama S. Dia meminta tolong pada saya agar meminjamkan sejumlah uang melalui beberapa pinjaman online (pinjol) dengan memakai nama dan data-data pribadi saya sampai mencapai total sebesar Rp 22 juta. Pada suatu saat, tanpa pemberitahuan tiba-tiba S ini tidak masuk kerja sampai dengan hampir 1 bulan dan otomatis oleh pihak kantor dianggap resign.

Dia sempat WA kepada saya, meminta maaf karena sudah memakai aplikasi pinjaman online (pinjol) dengan menggunakan nama saya. Dia bilang pergi ke Bali untuk kerja. Kemudian setelah itu akses komunikasi dengannya diblokir baik kontak HP, WA, dan media sosial lain tidak bisa dihubungi.

Saya panik waktu itu lalu saya pergi ke Polres setempat untuk melaporkan permasalahan kami ini. Tetapi di sana kami disarankan untuk melayangkan surat somasi/teguran dikirimkan ke alamat rumah S via pos tercatat, sampai 2x surat somasi.

Tapi kami masih bingung dengan pihak pinjol ini terus-menerus meneror saya agar melunasi tagihan-tagihan tersebut. Walaupun dijelaskan beberapa kali, tetap mereka tidak mau tahu karena semua data atas nama saya.

Saya sudah kumpulkan bukti-bukti chat WhatsApp, mutasi rekening pemindahan dana dari rekening saya ke rekening atas nama S. Bukti tercatat pengiriman surat somasi/teguran ke 1 & 2 kepada S.

Korbannya bukan cuma saya. Ada teman yang satu kantor juga kena tipu beberapa pinjaman di online pakai nama dia juga.

Apakah ini bisa masuk kasus pidana ya atau cuma perdata karena polisi tidak mau mengeluarkan/membuatkan laporan kepolisian?

Kami mohon saran/masukan apa yang bisa saya lakukan untuk segera menyelesaikan permasalahan ini.

Terima kasih!

7 Desember 2021

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum advokat Achmad Zulfikar Fauzi, S.H. Berikut jawaban lengkapnya:

Sebelumnya saya turut simpati atas perkara yang bapak/ibu alami dan terima kasih atas konsultasi ibu/bapak dengan saya. Dan sebelum menjawab pertanyaan bapak/ibu agar tidak terulang kembali perkara ini ke depannya saran dari saya kepada bapak/ibu sekalian yaitu:

1. Jangan mudah meminjamkan identitas pribadi ke siapa pun;
2. Jangan mudah percaya meminjamkan uang tanpa jaminan;
3. Periksa kembali identitas pemberi pinjaman dan/atau lembaga pemberi pinjaman apabila terkait jasa peminjam dapat dilihat apakah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia.

Atas masalah di atas, langkah hukum apa yang bisa dilakukan? Simak jawabannya di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Barcelona Nyungsep ke Liga Europa, Pertama dalam 18 Tahun!':

[Gambas:Video 20detik]