Jejak Tuharno, Polisi yang Sisihkan 19 Kg Sabu di Sumut untuk Dijual

Perdana Ramadhan - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 07:36 WIB
JPU Rikardo Simanjuntak saat diwawancara wartawan usai mengikuti persidangan.
JPU Rikardo Simanjuntak saat diwawancara wartawan usai mengikuti persidangan. (Perdana Ramadhan/detikcom)

Kasus ini terungkap ketika Polres Batu Bara menangkap Syawaluddin dan Frangky Manik serta berujung ditangkapnya personel Polairud bernama Agus Ramadhan Tanjung, pada 30 Mei 2021, di sebuah rumah makan, Desa Air Putih, Sei Suka, Kabupaten Batu Bara.

Saat itu, Agus disebut sempat meminta damai kepada Aipda L Tarigan Polisi, yang menangkap Agus. Saat dihadirkan sebagai saksi pada persidangan (2/11) lalu, Tarigan menyebut Agus sempat meminta agar dirinya tidak ditangkap karena sama-sama polisi.

"Waktu Saudara Saksi pertama kali menangkap terdakwa Agus, adakah upaya mempengaruhi di situ?" tanya ketua majelis hakim Salomo Ginting dalam sidang yang digelar pada 2 November lalu.

"Ada, Majelis. Dia bilang, 'Tolonglah, Bang, kita sama-sama anggota'," kata L Tarigan.

Tarigan mengatakan dirinya mengarahkan Agus agar ikut ke kantor polisi. Dia mengaku tidak terpengaruh oleh ajakan negosiasi dari Agus.

Sementara itu, sabu sisihan 6 kg lainnya berhasil dijual oleh Aiptu Wariono kepada dua orang bernama Tele dan Boyot, yang saat ini masih DPO. Sebagian sabu tersebut berhasil dijual dan uangnya disishkan sebagai imbalan informan (uang rusa).

PN Tanjungbalai sebelumnya menggelar sidang dakwaan terhadap 11 polisi yang menggelapkan sabu hasil tangkapan. Salah satu terdakwa adalah mantan Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai bernama Wariono.

Wariono alias Wariyono didakwa menjual sabu itu bersama Tuharno, Agung Sugiarto Putra, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Kuntoro, dan Josua Samaoso Lahagu. Penuntutan mereka dilakukan secara terpisah.

"Berawal Rabu (19/5/2021), sekitar pukul 15.30 WIB, di perairan Tangkahan Sei Lunang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Asahan. Saat itu, Khoirudin, Syahril Napitupulu, dan Alzuma Delacopa selaku petugas Satpolairud Polres Tanjung Balai melakukan patroli dan menemukan kapal kaluk membawa narkotika jenis sabu seberat 76 kg dalam kemasan 76 bungkus teh merek Guanyinwang dan Qing Shan yang dibawa oleh Hasanul Arifin dan Supandi dari perairan Malaysia," demikian penjelasan jaksa seperti dilihat dari SIPP PN Tanjungbalai, Jumat (22/10).

Simak nama 14 terdakwa (11 di antaranya polisi) di halaman berikutnya.