6 Fakta Terkini Polwan di Kalteng Dipukuli Prajurit TNI

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 20:44 WIB
Viral Tagar Save Polwan, Ada Apa? Ini 4 Fakta Kejadian di Kalteng
Foto: 20detik Screenshoot
Jakarta -

Polisi Wanita (Polwan) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dipukul oleh prajurit TNI. Berikut ini enam fakta soal kejadian tersebut.

Peristiwa itu viral di media sosial, khususnya aplikasi TikTok. Diketahui, Polwan Bripda TNS, salah satu personel Raimas Polda Kalteng menjadi korban pemukulan. Dia bersama rekannya sedang berpatroli pencegahan COVID-19 di Kota Palangka Raya.

Kemudian, sepulang patroli, Bripda TNS membubarkan kerumunan di depan salah satu kafe di Jalan Tjilik Riwut Km 02. Salah seorang personel polisi lalu melerai perkelahian, tiba-tiba ia diserang oleh orang yang mengaku anggota Batalion Rider 631 Antang.

Berikut ini beberapa fakta peristiwa tersebut.

1) Disebut Ada Kesalahpahaman

Komandan Korem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya menyebut narasi yang viral di media sosial dilebih-lebihkan dari fakta lapangan. Menurutnya, kasus ini sudah diselesaikan dengan perdamaian karena hanya salah paham.

"Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu," ujar Yudianto, kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

"Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai," sambungnya.

2) Panglima TNI Minta Kasus Diproses Hukum

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan bakal memberi sanksi jika prajurit TNI bersalah dalam kasus ini. Proses hukum akan dijalankan sesegera mungkin.

"Saya akan proses hukum," ucap Jenderal Andika saat ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng, Selasa (7/12/2021).

Andika mengatakan baru mendapat informasi tersebut. Dia menegaskan proses hukum segera dilakukan.

"Segera," ucap Andika.

Mengikuti arahan Panglima TNI, POM TNI akan memeriksa diduga pelaku pemukulan Polwan di Kalteng. Proses hukum tetap berlanjut meski sudah ada kata damai.

"Saya tegaskan itu walaupun sudah selesai secara damai, tetep saya ke dalam itu melakukan proses hukum, penyelidikan melalui POM," kata komandan Korem (Danrem) 102 Panju Panjung, Kalimantan Tengah, Brigjen TNI Yudianto, kepada wartawan, Selasa (7/12).

Simak Video: Heboh! Polwan di Kalteng Dipukuli Prajurit TNI

[Gambas:Video 20detik]