Lafaz Ini Bisa Angkat Derajat Kebaikan Orang Meninggal, Bukan Yasin?

Rahma Indina Harbani - detikNews
Senin, 06 Des 2021 15:57 WIB
Pemakaman khusus COVID-19 di TPU Padurenan, Kota Bekasi, ramai dikunjungi warga. Mereka datang untuk berziarah ke makam anggota keluarga saat Idul Adha.
Ilustrasi ziarah kubur. Ustaz Adi Hidayat mengungkap lafaz lain yang dapat mengangkat derajat amal kebaikan orang yang sudah meninggal. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Bacaan surat Yasin menjadi lafaz doa yang identik untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dunia atau dilafalkan saat menggelar tak ziah. Namun, Ustaz Adi Hidayat atau yang kerap disapa UAH ini membeberkan salah satu lafaz yang dinilai lebih tinggi manfaat dibandingkan dengan surat Yasin.

Bacaan apa yang dimaksud UAH tersebut?

Melalui unggahan video dakwah dari channel YouTube Dakwah Elite, ustaz pemilik Quantum Akhyar Institute ini mengungkapkan, lafaz istighfar anak yang sholeh dapat meningkatkan derajat amalan baik dari orang yang sudah meninggal. Hal ini dikutipnya dari salah satu hadits yang termaktub dalam kitab Al Adabul Mufrad karya Imam Bukhari.

"Hadits disebutkan saat seorang anak beristigfar saja, memohon ampun kepada Allah untuk ayahnya yang telah meninggal dunia, tiba-tiba di alam kubur, diangkat (amal kebaikannya) oleh Allah satu derajat," kata UAH seperti dikutip dalam video dakwah 'Kenapa Orang Meninggal dibacakan Yasin?' yang dilihat detikcom, Senin (6/12/2021).

"Bayangkan baru istigfar saja, diangkat satu derajat di alam kuburnya, belum doa," imbuhnya lagi.

Hal ini pula, kata UAH, yang menjadi landasan dari doa untuk jenazah baik laki-laki dan perempuan, menyantumkan bacaan istighfar di dalamnya. Berikut salah satu bacaan doanya, terutama untuk jenazah laki-laki,

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Bacaan latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu anhu

Artinya: "Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia,"

Menyinggung soal Yasin, menurut UAH, bacaan surat Yasin untuk orang meninggal merupakan salah satu doa yang banyak diperdebatkan dalam hadits. Ada yang menyebutkan shahih dan tidak jarang pula dikatakan dhaif.

"Ada memang hadits yang mengatakan bacaan surat Yasin, tapi sebagian mengatakan haditsnya dhaif. Walaupun ada yang mengatakan haditsnya shahih," ungkap UAH.

Untuk itu, UAH berpendapat bahwa dirinya lebih memilih langkah cari aman. Artinya, ustaz kelahiran Pandeglang ini cenderung meyakini lafaz doa bagi orang yang meninggal dengan landasan dalil yang tidak diperdebatkan.

"Tapi kalau saya prinsipnya gini, kalau ada hadits yang diperdebatkan, mendingan ambil hadits yang tidak diperdebatkan," tutur dia.

Sebagai penutup, UAH mengingatkan kepada tiap muslim untuk menghindari diri dari mengangkat aib dari orang yang sudah meninggal. Sebaliknya, UAH meminta umat muslim untuk lebih menyuarakan amalan kebaikan dari orang yang sudah meninggal tersebut.

"Kalau ada yang meninggal dunia, ayo angkat kebaikan-kebaikannya. Jadi, aibnya tutup, kebaikannya angkat. Bukan dibicarakan buruknya. Makanya kita meminta pada Allah untuk berlindung dari keburukan fitnah saat meninggal," jelas dia.

"Jika kebaikannya diangkat, kemudian jadi inspirasi bagi orang-orang yang bertakziah saat itu, disampaikan, kemudian diamalkan oleh yang mendengar, maka yang meninggal dapat royalti bagian dari pahala," lanjutnya lagi.

Pasalnya, kata UAH, mengangkat amalan kebaikan almarhum atau almarhumah merupakan salah satu perkara yang sangat diharapkan oleh orang yang meninggal. Jadi, jangan lupa untuk selalu memohon ampunan atau istighfar dan berdoa untuk mereka ya, detikers.

(rah/row)