Mahasiswi Unsri Ngaku Ditanya Dosen Warna Dalaman-Ukuran Bra Via Chat

Prima Syahbana - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 12:16 WIB
Poster
Ilustrasi pelecehan (Edi Wahyono/detikcom)
Palembang -

Mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh dosen berinisial R bertambah. Mahasiswi berinisial D itu mengaku dilecehkan dosen R dengan kata-kata yang tidak pantas melalui aplikasi perpesanan.

Hal itu diungkap D usai memberikan keterangan di Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Sabtu (4/11) kemarin. D baru berani buka suara usai dua kakak tingkatnya, C dan F, sudah melapor terlebih dahulu.

"Karena apabila kasus ini tidak diangkat, saya yakin bisa membuat dia (R) semakin menjadi-jadi. Dia tidak akan jera, bakal terus berlanjut. Bahkan juga bisa menimbulkan ketakutan untuk diri kita sendiri, juga sebagai mahasiswa," kata D di Mapolda Sumsel.

D mengaku mendapat pelecehan dari sang dosen melalui aplikasi Telegram. Sementara itu, dua korban lainnya dilecehkan R via WhatsApp.

"Saya sendiri mengalami pelecehan dari Telegram," kata D.

D kemudian menjelaskan pelecehan seperti apa yang ia alami. Kejadian itu, menurutnya, bermula ketika ia menghubungi R. R saat itu merupakan dosen pengujinya dalam ujian kompre.

"Awalnya saya menghubungi dia, dengan tujuan untuk mengurus keperluan administrasi sebelum menghadapi ujian. Tapi, komunikasi itu berlanjut, dia menghubungi telegram saya pada 14 Juli 2021 lalu," katanya.

"Memang nomor yang saya pakai itu nyambung ke segala socmed (social media) saya, termasuk Telegram. Nah, dia nge-chat dari Telegram dengan sistem yang otomatis 15 menit langsung hilang. Tapi beberapa yang sempat saya simpan," imbuhnya.

Namun, D mengaku tidak habis pikir isi percakapan dosen R terhadapnya tiba-tiba mengarah ke arah pelecehan seksual. Dosen R, kata D, sempat meminta nomor rekeningnya untuk memberikan uang jajan. Permintaan R itu pun lantas tidak digubrisnya.

"Awalnya dia (R) nanya-nanya biasa, tapi ujungnya nge-chat minta nomor rekening. Saya tanya untuk apa, terus dia jawab katanya mau kasih uang jajan. Langsung saja saya tolak, karena saya pikir untuk apa kok dia mau kasih uang. Makanya tidak saya balas," ungkap D.

Risi yang dialami D tidak sampai di situ. Malam harinya, menurut D, dosen R kembali mengirimkan chat yang berisi kata-kata yang menurutnya sangat tidak pantas dilakukan seorang dosen terhadap anak didiknya.

"Terus malamnya dia chat lagi ke saya, tanya hal-hal yang tidak pantas. Dia tanya lagi pakai baju warna apa, dalamannya pakai warna apa, ukuran bra juga ditanya. Jelas saya risi, makin tidak saya gubris. Tapi tetap saja dia chat terus," bebernya.

"Gimana mau ketemu, setiap kali mau ke kampus saya takut duluan. Sikap dia seperti itu, kirim chat yang aneh-aneh jelas saya takut," imbuh D.

D, yang hanya mengabaikan pesan tak senonoh itu, semakin resah karena, menurutnya, dosen R seperti tidak pantang menyerah dan terus berusaha menghubungi D. Pada akhirnya oknum dosen itu mengirimkan pertanyaan yang menurut D sudah sangat tidak pantas.

"Saya ingat benar pesan tersebut dikirimkan nya pada 25 Agustus 2021. Tetap dengan bahasa yang sama, seperti minta nomor rekening. Tapi kali itu bahasa dia lebih vulgar lagi chat-nya. Makin tidak saya gubris," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Mahasiswi Pelapor Dugaan Pencabulan oleh Dosen Unsri Dicoret dari Yudisium':

[Gambas:Video 20detik]