Unsri Tuding BEM Hambat Kerja Tim Etik Usut Dugaan Dosen Cabuli Mahasiswi

M Syahbana - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 18:25 WIB
Universitas Sriwijaya (Unsri) (Raja Adil/detikcom)
Universitas Sriwijaya (Unsri) (Raja Adil/detikcom)
Palembang -

Wakil Rektor 1 Universitas Sriwijaya (Unsri) Zainuddin menuding BEM KM Unsri berupaya menghambat kerja tim etik saat mengusut kasus dosen diduga cabuli mahasiswi. BEM Unsri disebut seolah menghalangi tim etik ketika hendak menemui mahasiswi mengaku korban.

"Dari awal hingga saat ini kita tim etik mendapat kesulitan untuk mengambil keterangan kedua mahasiswi tersebut secara langsung, seperti dihalang-halangi oleh BEM," kata Zainuddin kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Dia juga mengatakan tanda tangan pada surat pengaduan dugaan pencabulan yang dilaporkan mahasiswi itu diduga palsu. Menurutnya, tanda tangan yang diberikan di atas meterai berbeda.

"Kita menduga surat pengaduan dugaan pelecehan yang dilaporkan kedua mahasiswi ke tim etik itu tanda tangannya diduga palsu, karena di laporan yang dibuat di atas meterai tanda tangannya berbeda. Sampai saat ini belum ada klarifikasi dari kedua mahasiswi tersebut," ujarnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi kita belum tahu karena hingga saat ini kita tim etik belum mendapatkan keterangan secara langsung atas dua laporan dari kedua mahasiswi yang tanda tangan berbeda dan diduga palsu," sambungnya.

Meski demikian, Zainuddin mengatakan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang dilakukan kepolisian terkait kasus ini. Dia menyebut Unsri telah berupaya melakukan pengusutan kasus secara internal.

"Kalau soal laporan kedua mahasiswi itu sudah di polisi, kita ikuti aturan hukum yang berlaku. Tapi dari sisi institusi, kita sudah melakukan upaya dengan memanggil dan memeriksa dosen R, namun saat diperiksa dosen R tidak mengakui perbuatannya itu, dan sudah ada di berita acara," bebernya.

Sebelumnya, polisi menerima tiga laporan terkait dugaan pelecehan seksual oleh dosen Unsri. Ada tiga mahasiswi yang melapor menjadi korban dengan dua terlapor adalah dosen.

Pihak Unsri telah mencopot dosen berinisial A dari jabatan kepala jurusan (kajur). Pencopotan dilakukan oleh Rektorat Unsri setelah dosen A mengakui perbuatannya.

(haf/haf)