229 Bus Dikandangkan Buntut TransJakarta 2 Hari Berturut Kecelakaan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 21:45 WIB
Transjakarta tabrak separator busway d Sudirman, Jumat (3/12/2021)
TransJakarta menabrak separator busway d Sudirman, Jumat (3/12/2021) (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Dua mitra operator Bus TransJakarta, Steady Safe dan Mayasari Bakti, dikenai sanksi buntut kecelakaan bus TransJakarta dua hari berturut. Ratusan bus milik dua operator itu dihentikan sementara operasinya.

"Pemberhentian operator, pada Steady Safe ada 119 kendaraan dan di Mayasari ada 110 kendaraan," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta M Yana Aditya saat jumpa pers di kantor PT TransJakarta, Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 1, Kota Jakarta Timur, Sabtu (4/12/2021).

TransJakarta menegaskan sanksi tersebut sesuai dengan bunyi poin dalam kontrak kerja sama mereka dengan operator. TransJakarta menyatakan dalam kontrak, kecelakaan termasuk dari bentuk pelanggaran.

"Sanksi ini akan diberlakukan pada operator yang melakukan pelanggaran. Artinya, begitu ada pelanggaran, termasuk kecelakaan," jelas dia.

TransJakarta berharap operator betul-betul membenahi dan mengecek ulang armada serta sumber daya manusianya. Selain meminta Steady Safe dan Mayasari Bakti memperbaiki kualitas armada dan sopir, TransJakarta sendiri akan membenahi standard operating procedure (SOP) dan tata letak benda di kabin, khususnya dekat kursi sopir.

"Selama pemberhentian, mereka melakukan pengecekan seluruh armada, semua teknis kendaraan. Operator juga diharuskan pengecekan kesehatan fisik dan mental seluruh pramudi. Jadi kami ada agenda untuk melakukan tersebut," ungkap Yana.

"Banyak juga kami lihat di pengemudi meletakkan barang pribadi di kabin. SOP kecepatan tidak boleh melebihi 50 km/jam. Jadi Kecepatan, operator, dan perbaikan-perbaikan menjadi penting," imbuh Yana.

Namun Yana menuturkan dengan sanksi ini tak berarti TransJakarta memutus kerja sama dengan operator. Masih kata Yana, belum ada batas waktu berakhirnya penonaktifan tersebut.

"Nggak ada putus kontrak. Kami mengevaluasi semua. Jadi semua tindakan kami harus ada dasarnya. Sampai hari ini belum ada putus kontrak dengan operator. Jadi kita sedang evaluasi, nanti hasilnya seperti apa, itu yang kita jadikan acuan." terang dia.

"Pemberhentian itu setelah dilakukan evaluasi. Kalau sudah disetujui, baru mulai lagi. Kalau dia cepat, ya bisa langsung beroperasi. Kalau setahun belum beres, ya ikuti prosesnya. Kita akan putuskan apakah unit dan pramudi dapat dioperasikan kembali," tutur Yana.

Simak video 'Kecelakaan Berulang Bikin Direksi TransJakarta Dievaluasi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak peristiwa kecelakaan bus TransJakarta dua hari berturut di halaman berikutnya.