Badan Geologi: Gunung Semeru Level 2, Ada Potensi Ancaman Lontaran Batu Pijar

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 20:41 WIB
Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang, erupsi. Warga sekitar Gunung Semeru berlarian panik berusaha menghindari gumpalan awan
Foto Gunung Semeru Erupsi (Foto: Dok. Humas BNPB)
Jakarta -

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono memaparkan saat ini Gunung Semeru berstatus level II atau waspada. Ia mengatakan adanya potensi ancaman bahaya dari erupsi Gunung Semeru berupa lontaran batu pijar di sekitar puncak.

"Dari sisi potensi bahaya ancaman erupsi Gunung Semeru berupa lontaran batu pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin," kata Eko dalam konferensi pers daring yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (4/12/2021).

Ia mengungkap potensi ancaman bahaya lainnya adalah berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah atau ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak. Eko mengatakan jika terjadi hujan dapat terjadi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.

"Oleh karena itu, berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental tadi, kami simpulkan potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan di level II atau waspada," kata Eko.

Eko menambahkan, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat atau pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor selatan dan utara.

Selain itu, wisatawan maupun masyarakat diminta mewaspadai awan panas guguran serta guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya," ujar Eko.

(yld/idh)