11 Fakta Erupsi Gunung Semeru Sejauh Ini

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 20:04 WIB
Erupsi Semeru, 4 Desember 2021. (Dok Humas BNPB)
Foto: Erupsi Semeru, 4 Desember 2021. (Dok Humas BNPB)

10. Semeru Sudah Puluhan Kali Erupsi

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyebut sudah puluhan kali Semeru erupsi. Semeru mengalami erupsi sejak Jumat (3/12/2021) pukul 24.00 WIB hingga Sabtu (4/12/2021) pukul 01.00 WIB.

"Bahwa tadi malam itu ada puluhan kali Semeru mengalami erupsi, sejak jam 24.00 hingga 01.00 WIB," kata Cak Thoriq, sapaan akrabnya, saat dihubungi detikcom.

Dan puncaknya terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kejadian, situasi Lumajang dalam kondisi hujan deras sejak pukul 13.00 WIB.

"Kejadian sekitar jam 15.00 WIB, sekarang hujan sejam jam 1," ujarnya.

Dampak Semeru erupsi ini, jelas dia, membuat dua kecamatan di Lumajang kondisinya gelap gulita. Dia menambahkan kondisi erupsi saat ini lebih besar dibanding pada 2020. Pihaknya kini sedang melakukan koordinasi untuk melakukan kedaruratan.

"Artinya lebih besar dari tahun lalu. Saya belum bisa menjelaskan berapa. Saya mohon waktu," tandasnya.


11. Warga dilarang Beraktivitas 5 Km dari Kawah

Gunung Semeru mengalami erupsi. Badan Geologi meminta masyarakat sekitar menjauhi area terdampak awan panas dan mewaspadai ancaman guguran lava.

Dilansir dari situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Sabtu (4/12/2021), masyarakat atau pengunjung maupun wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

"Serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya," demikian imbauan Badan Geologi itu.

Masyarakat juga diimbau menjauhi area terdampak material awan panas. Selain itu, Badan Geologi mengingatkan perlunya mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.

"Mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yang berhulu di Gunung Semeru (mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk)," tulis Badan Geologi.


(yld/idh)