11 Fakta Erupsi Gunung Semeru Sejauh Ini

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 20:04 WIB
Erupsi Semeru, 4 Desember 2021. (Dok Humas BNPB)
Foto: Erupsi Semeru, 4 Desember 2021. (Dok Humas BNPB)

6. Atap Rumah Ambruk Terguyur Abu Vulkanik Semeru

Luncuran awan panas guguran setinggi 11 kilometer dari Gunung Semeru membuat panik warga yang bermukim di lereng Semeru. Banyak warga meninggalkan harta bendanya untuk menyelamatkan diri.

Dari pantauan saat ini, di Desa Supit Urang dan Sumber Mujur, banyak motor dan rumah terguyur abu vulkanik dari gunung tertinggi di Jawa Timur ini. Sejumlah atap rumah banyak yang ambruk karena tidak kuat menahan beban material abu Gunung Semeru.

Heri, salah satu warga Lumajang, mengatakan warga yang bermukim di lereng Gunung Semeru banyak yang panik dan menyelamatkan diri. Hingga saat ini pihak BPBD Lumajang dan relawan berfokus pada penyelamatan jiwa.

"Warga panik dan banyak meninggalkan rumah dan harta bendanya untuk selamatkan diri. Ada banyak atap rumah ambruk dan motor tertimbun abu vulkanik. Pemerintah, BPBD Lumajang, dan relawan fokus penyelamatan jiwa," ujar Heri kepada detikcom, Sabtu (4/12/2021).


7. Lumajang Diterjang Hujan Kerikil hingga Warga Mandi Lumpur

Gunung Semeru erupsi. Erupsi Semeru diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Selain hujan abu dan hujan air di sekitarnya, terjadi hujan kerikil. Itu dirasakan warga yang berada di sekitar aliran lahar Semeru.

"Iya, tadi sempet hujan kerikil. Sakit semua badan dan kepala ini," kata Heri, salah satu warga Desa Supit Urang, saat dihubungi, Sabtu (4/12/2021).

Dia mengaku peristiwa itu terjadi saat dirinya melihat penambang pasir di Curah Kobokan. Saat itu banyak penambang pasir berada di lokasi.

"Semua berteriak hujan kerikil-hujan kerikil, ayo berlindung, ayo pergi," ujarnya.

Warga yang berada di tengah lapangan itu tampak berlarian dan menaiki kendaraan yang ada di depannya. Di antaranya sepeda motor, pikap, dan truk.

Selain hujan kerikil, tubuh warga bermandikan lumpur. Tubuh mereka dari ujung rambut hingga ujung kaki dipenuhi lumpur. Bahkan jalan-jalan di sekitar lokasi tampak tertutup lahar dingin. Begitu juga warga yang tidak sempat menyelamatkan diri tampak basah kuyup akibat diguyur hujan lumpur.