11 Fakta Erupsi Gunung Semeru Sejauh Ini

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 20:04 WIB
Erupsi Semeru, 4 Desember 2021. (Dok Humas BNPB)
Foto: Erupsi Semeru, 4 Desember 2021. (Dok Humas BNPB)

3. Warga Luka Bakar karena Semeru Erupsi Dilarikan ke Puskesmas

Gunung Semeru erupsi sekitar pukul 15.00 WIB, membuat warga banyak yang mengalami luka bakar. Mereka pun dibawa ke puskesmas terdekat. Salah satunya di Puskesmas Penanggal.

Adapun suasana Puskesmas Penanggal di Kecamatan Candipuro berubah. Puluhan warga membawa korban yang terkena luka bakar dengan sepeda motor atau kendaraan yang ada. Mereka ada yang menjerit kesakitan karena kulitnya melepuh.

Rata-rata warga yang dibawa ke Puskesmas Penanggal lantaran mengalami luka bakar dari gumpalan awan panas yang turun saat Semeru erupsi. Para korban terus berdatangan. Para korban kebanyakan mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Sementara kapasitas perawatan puskesmas overload.

"Lebih 10 pasien kami rawat. Kapasitasnya overload," kata Kepala Puskesmas Penanggal Lumajang, dr Lya Aristini saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/12/2021).

Dia mengaku pihaknya merawat pasien luka bakar baik kondisi berat atau ringan. Namun rata-rata kondisinya berat dan ada yang tidak sadarkan diri.

"Banyak korban luka bakar di sini, banyak, banyak yang dirujuk ke sini. Ini setiap ambulan yang datang dari rujukan-rujukan warga," jelasnya.

Informasi yang dihimpun detikcom, tampak para korban luka bakar memakai infus dan dirawat apa adanya. Mereka dijaga keluarganya yang juga mengalami luka bakar. Kebanyakan para korban kulitnya melepuh dan memerah karena terkena awan panas.

Lya menambahkan luka bakar kebanyakan di area wajah. Sehingga memang dibutuhkan rujukan ke tempat fasilitas kesehatan. Diketahui korban luka bakar di bagian wajah dan dada rawan menyebabkan sesak nafas dan mempengaruhi paru-paru.

"Kasusnya banyak luka bakar, parah, luasnya sangat luas, daerah wajah banyak. Jadi memang butuh rujukan. Sekujur tubuh," ujarnya.


4. Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus

Besarnya erupsi dan semburan awan panas guguran Gunung Semeru membuat Jembatan Perak, penghubung Lumajang-Malang, ambruk. Arus lalu lintas pun lumpuh total.

Ngatemi (53), warga Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, mengatakan Jembatan Perak di Dusun Sumber Puring ambrol diterjang banjir lahar dari Gunung Semeru. Jembatan penghubung Kecamatan Pasirian, Lumajang, dengan Kecamatan Dampit, Malang, itu tidak bisa dilewati.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, Jembatan Perak ambruk diterjang lahar panas Gunung Semeru. Arus lalu lintas lumpuh total akibat Jembatan Perak tidak bisa dilintasi," ujar Ngatemi kepada detikcom, Sabtu (4/12/2021).

Ngatemi menambahkan, kendaraan yang hendak melewati jembatan itu pun harus putar balik. Sebagian pengendara mengabadikan ambruknya jembatan melalui kamera ponselnya.


5. Warga Lumajang Butuh Bantuan

Desa yang paling parah terkena dampak erupsi Gunung Semeru adalah Desa Curah Kobokan, yang ada di lereng Semeru. Warga desa tersebut butuh bantuan.

Saat Semeru erupsi, warga Curah Kobokan segera menyelamatkan diri. Namun warga yang tak sempat keluar dari desa terpaksa mengevakuasi diri ke masjid. Itu karena rumah mereka juga rawan ambruk.

Warga yang mengungsi ke masjid saat ini membutuhkan pertolongan. Mereka meminta dievakuasi keluar dari desa yang masih dalam radius erupsi Semeru.

"Ini kami butuh bantuan, kami butuh evakuasi, kami terjebak lava. Kami warga Curah Kobokan, semuanya berkumpul di masjid," ujar Nurahman, warga Curah Kobokan, Sabtu (4/12/2021).

Nurahman mengatakan warga perlu segera dievakuasi karena tak ada yang bisa digunakan untuk melakukan evakuasi. Warga juga tak membawa apa-apa karena langsung menyelamatkan diri begitu Semeru erupsi. Masjid juga penuh dengan abu Semeru.