Komisi VIII Sentil Risma Paksa Tunarungu Bicara di Hari Disabilitas: Ironis!

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 05:05 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan (detikcom)

Klarifikasi Risma

Risma telah menyampaikan klarifikasi usai aksinya memaksa seorang tunarungu bicara pada Rabu (1/12) menuai kritik. Risma mengaku ingin memastikan alat bantu dengar berfungsi dengan baik.

"Saya ingin memastikan bahwa alat bantu dengar itu berfungsi dengan baik. Karena kalau dia tidak bisa merespon, itu bisa merugikan dia," kata Risma seperti dikutip dari situs resmi Kemensos, Jumat (3/12).

Risma mengatakan dirinya mendorong agar para tunarungu tidak menyerah untuk memaksimalkan kemampuan telinga dan mulut. Risma kemudian menceritakan pengalaman memprihatinkan di balik momen dirinya memaksa tunarungu untuk bicara.

Dia menyebut momen memprihatinkan itu terjadi ketika dirinya menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Dia menyebut ada tunarungu yang tertabrak kereta api hingga kehilangan nyawa saat bencana.

"Ini pengalaman sangat memukul saya. Saya hanya ingin memastikan mereka bisa menyampaikan pesan dengan berbagai cara. Mereka harus bisa bereaksi terhadap lingkungannya khususnya bila itu membahayakan jiwa dan kehormatannya. Apakah dengan suara, gerakan tangan, atau alat bantu yang mereka kenakan," ujarnya.

Risma menegaskan penyandang disabilitas harus bisa melakukan pertahanan diri. Menurutnya, penyandang disabilitas harus bisa mengatasi sendiri masalah yang dihadapi karena tidak selamanya berada di lingkungan yang ramah terhadap penyandang disabilitas.

"Dalam kesempatan tersebut, saya meminta mereka mencoba bersuara. Bagi sebagian penyandang disabilitas rungu, bersuara bukan pekerjaan mudah. Nah, saya meminta mereka, meminta lho ya -- agar mereka bisa strive beyond the limit," kata Risma.


(dwia/haf)