PDIP Bela Risma soal Paksa Tunarungu Bicara, Ungkit Hadiah Atlet Paralimpiade

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 21:12 WIB
Hasto Kristiyanto
Hasto Kristiyanto (Dok. PDIP)
Jakarta -

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto membela Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang dikritik lantaran memaksa tunarungu berbicara. Hasto menyebut Risma berupaya agar penyandang tunarungu bisa mengungkapkan seluruh ekspresi.

"Apa yang dilakukan Ibu Risma adalah agar mereka mampu mengungkapkan seluruh ekspresinya dan kemudian menjadi sempurna karena karya dan daya ciptanya, tentu tak perlu diragukan," kata Hasto kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Hasto mengatakan peristiwa yang terjadi saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional pada Rabu (1/12) lalu itu hanya miskomunikasi. Hasto mengajak semua pihak melihat seluruh rekam jejak kepemimpinan Risma.

"Selama ini Ibu Risma dikenal publik telah mengangkat mereka setara, dengan membangun mereka agar memiliki semangat juang," tutur Hasto.

"Diperlakukan dengan setara itu yang lebih penting, bukan dikasihani. Tapi setara dengan memberi motivasi untuk menjadi warga negara Indonesia yang bangga dan justru mengangkat mereka hingga mampu menciptakan daya lebih dibanding yang lain. Terutama kesehatan mental, keteguhan dalam perjuangan. Itu yang dibangun Ibu Risma," sambung Hasto.

Dia mengingatkan bahwa Risma merupakan salah satu sosok yang memberi dorongan ketika PDIP memberi penghargaan pada para atlet berprestasi di Paralimpiade. Dia menyebut PDIP merupakan satu-satunya partai yang mendorong kebijakan berpihak pada disabilitas.

"Sehingga PDIP sebagai satu-satunya partai yang mendorong kebijakan berpihak pada disabilitas. Ketika Paralimpiade, karena dorongan Ibu Risma, kita berikan apresiasi pada disabilitas yang menunjukkan daya prestasinya," ujar Hasto.

Risma menjadi sorotan setelah memaksa tunarungu berbicara. Momen itu terjadi pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Rabu (1/12). Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemensos RI.

Di panggung, Risma berdiri bersama penyandang disabilitas rungu-wicara dan autisme bernama Anfield Wibowo. Anfield, yang memang gemar melukis, membawa karyanya di lokasi. Anfield lantas memegang mikrofon dan mencoba berbicara.

Anfield tampak memegang kertas dan mencoba berbicara. Seorang juru bicara bahasa isyarat membantu memperjelas apa yang disampaikan Anfield.

Setelahnya, Risma mengajak seorang penyandang disabilitas tunarungu wicara lain bernama Aldi ke atas panggung.

"Aldi, ini ibu. Kamu sekarang harus bicara, kamu bisa bicara. Ibu paksa kamu untuk bicara. Ibu nanam... eh, melukis, tadi melukis pohon, ini pohon kehidupan. Aldi ini pohon kehidupan. Ibu lukis hanya sedikit tadi dilanjutkan oleh temanmu Anfield. Nah, Aldi, yang ibu ingin sampaikan, kamu punya di dalam, apa namanya, pikiranmu, kamu harus sampaikan ke ibu, apa pikiranmu," ucap Risma.

"Kamu sekarang, ibu minta bicara, nggak pakai alat. Kamu bisa bicara," imbuh Risma.

Simak klarifikasi Risma di halaman selanjutnya.