BEM UI Demo Nadiem Minta Statuta UI Segera Dicabut

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 16:35 WIB
Demo mahasiswa UI di depan kantor Nadiem (Rakha-detikcom)
Demo mahasiswa UI di depan kantor Nadiem. (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar demonstrasi di depan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek). BEM UI menuntut Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mencabut Statuta UI.

Pantauan detikcom di depan kantor Kemendikbud-Ristek, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, massa mulai berdatangan pukul 15.15 WIB, Jumat (3/12/2021). Massa datang ke lokasi menggunakan bus.

"Kita bersama-sama telah menggelar aksi di dalam kampus sebanyak tiga kali. Tapi apa? Tak sekali pun aksi kita digubris pihak Rektorat. Oleh karena itu, hari ini kami datang ke Kemendikbud meminta agar Pak Nadiem dapat menjawab permintaan kami dan mencabut Statuta UI," ujar salah satu orator.

"Sampaikan kepada Mas Menteri bahwa statuta ini bermasalah," ujar orator tersebut.

Massa kemudian meneriakkan yel yel yang menuntut Nadiem mencabut Statuta UI. Mereka mengaku menolak Statuta UI.

"Tolak, tolak, tolak Statuta. Tolak Statuta sekarang juga!" seru massa.

Para peserta aksi terlihat menggunakan jaket almamater UI berwarna kuning sambil membawa spanduk bertulisan 'Batalkan Statuta UI' dan spanduk lainnya bergambar wajah Nadiem.

"Menuntut Mas Menteri Mencabut Statuta UI," demikian tulisan di spanduk itu.

Sejumlah polisi tampak berjaga di depan gerbang Kemendikbud. Selain itu, tampak polisi mengatur massa agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Permasalahan statuta UI ini sempat disampaikan guru besar FIB UI Prof Dr Multamia Lauder, SS, Mse, DEA. Dia mengaku malu dengan PP No 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI. Sebagai guru besar, Multamia mengaku malu karena Statuta UI itu bertentangan dengan empat undang-undang.

"Saya malu sebagai guru besar, kok ya UI itu menggunakan aturan PP 75 yang bertentangan dengan empat undang-undang. Kalau boleh jujur, saya yang malu," ujar Multamia dalam diskusi 'PP75/21: Aksi massa jemput rektor dan ketua MWA' melalui siaran YouTube, Minggu (14/11).

Multamia mengeluhkan bagaimana dirinya bisa mengajar di kelas tapi UI sendiri menjalankan peraturan yang bertentangan dengan empat undang-undang. Dia berharap pimpinan UI mau duduk bareng berdiskusi dengan organisasi kampus dan para mahasiswa.

"Saya betul-betul berharap pimpinan UI itu mau duduk bersama keempat organ (organisasi) dan mahasiswa untuk betul-betul mencari solusi terbaik untuk UI, mau berkomunikasi," jelas Multamia.

"Kebetulan, PP yang lahir ini cacat, baik cacat prosedurnya maupun cacat substansinya. Yuk, gimana caranya ya supaya ini menjadi baik, supaya UI itu tidak berjalan berdasarkan undang-undang aturan yang cacat, apalagi bertentangan UU," lanjutnya.

(rak/haf)