Guru Besar FIB Nilai Statuta UI Bertentangan dengan 4 Undang-undang: Saya Malu

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 21:51 WIB
Ilustrasi Kampus UI, Depok
Ilustrasi Universitas Indonesia (Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO)
Jakarta -

Guru Besar FIB UI Prof Dr Multamia Lauder, SS., Mse., DEA berkomentar terkait PP No 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI. Sebagai guru besar, Multamia mengaku malu karena menurutnya Statuta UI itu bertentangan dengan 4 undang-undang.

"Saya malu sebagai guru besar, kok ya UI itu, menggunakan aturan PP 75 yang bertentangan dengan 4 undang-undang. Kalau boleh jujur saya yang malu," ujar Multamia dalam diskusi 'PP75/21: Aksi massa jemput rektor dan ketua MWA' melalui siaran YouTube, Minggu (14/11/2021).

Multamia mengeluhkan bagaimana dirinya bisa mengajar di kelas namun UI sendiri menjalankan peraturan yang bertentangan dengan 4 undang-undang. Ia berharap pimpinan UI mau duduk bareng berdiskusi dengan organisasi kampus dan para mahasiswa.

"Saya betul-betul berharap pimpinan UI itu mau duduk bersama keempat organ (organisasi) dan mahasiswa untuk betul-betul mencari solusi terbaik untuk UI, mau berkomunikasi," jelas Multamia.

"Kebetulan, PP yang lahir ini cacat, baik cacat prosedurnya maupun cacat substansinya. Yuk gimana caranya ya supaya ini menjadi baik, supaya UI itu tidak berjalan berdasarkan undang-undang aturan yang cacat apalagi bertentangan UU," lanjutnya.

Ia menyebut sejumlah aspek terkikis dengan adanya PP 75/21 ini. Multamia juga menyoroti diperbolehkannya anggota partai politik menjabat di Majelis Wali Amanat (MWA) UI.

"Check and balance terkikis, kolegialitas terkikis, kemungkinan bisa masuknya anggota-anggota partai (politik) yang jumlah maksimumnya 9 orang, ditambah sekarang yang ada," ungkap Multamia.

"Berarti nanti MWA didominiasi oleh orang non UI kita akan diatur oleh orang-orang non UI, bagaimana kita bisa menyuarakan apa yang kita perlukan sesungguhnya?" sambungnya.

(isa/lir)