Kominfo: Server CEIR Alami Gangguan Imbas Gedung Cyber 1 Terbakar

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 13:59 WIB
Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman api di Gedung Cyber 1, Mampang,  Jakarta, Kamis (2/12/2021). Berdasarkan pantauan saksi di lokasi, di Jl Kuningan Barat Daya Raya, Kamis (2/12/2021) api muncul sekitar pukul 12.30 WIB.
Gedung Cyber 1, Jaksel (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber 1, Mampang, Jakarta Selatan, mengakibatkan server yang mengelola Central Equipment Identity Register (CEIR) mengalami gangguan. Gangguan tersebut berdampak pada layanan Identifikasi Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI).

"Sehubungan dengan musibah kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/12) pukul 12.30 WIB, pusat data atau server yang mengelola Central Equipment Identity Register (CEIR) dan berlokasi di Gedung Cyber 1 mengalami shutdown sehingga proses identifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) melalui CEIR mengalami gangguan," ujar juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Dedy menjelaskan dampak pada layanan IMEI tidak dapat melakukan proses registrasi IMEI pada perangkat handphone, laptop, dan tablet bawaan penumpang dan barang kiriman yang dilakukan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI.

"Proses registrasi IMEI pada perangkat handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) berupa bawaan penumpang dan barang kiriman yang dilakukan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI," ujar Dedy.

Selain itu, proses registrasi IMEI pada perangkat HKT milik tamu negara, VVIP, dan VIP yang dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri juga mengalami gangguan.

"Proses registrasi IMEI pada perangkat HKT milik tamu negara, VVIP, dan VIP yang dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri RI," ujar Dedy.

Dedy juga menyebutkan gangguan lainnya proses registrasi IMEI milik wisatawan asing dan penggantian SIM card baru yang dilakukan melalui penyelenggara jaringan telekomunikasi bergerak seluler. Gangguan lainnya berupa proses aktivasi perangkat HKT baru yang dilakukan melalui gerai penjualan perangkat HKT di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Dedy mengatakan seluruh proses tersebut belum dapat dilakukan seperti biasa hingga pemulihan kondisi pascakebakaran yang terjadi di Gedung Cyber 1. Kominfo pun meminta maaf atas gangguan ini.

"Saat ini kami masih menunggu update terbaru dari pengelola Gedung Cyber 1 serta pengelola Pusat Data CEIR untuk menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan," ujarnya.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," imbuhnya.

(zap/zap)