detikcom Do Your Magic

detikcom Do Your Magic: Tanggul Karung Pertigaan Hek Sudah Berganti Bronjong

Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 11:58 WIB
Tanggul bronjol di pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 3 Desember 2021. (Marteen RP/detikcom)
Tanggul bronjol di pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 3 Desember 2021. (Marteen RP/detikcom)
Jakarta -

Perbaikan tanggul Kali Baru di sekitar pertigaan Hek terus dikerjakan. Tanggul sementara yang sebelumnya berupa karung dan kayu kini sudah berganti dengan bronjong.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, pertigaan Hek, sekitar Jl Raya Bogor-Jl Rahayu, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/12/2021), terlihat bronjong-bronjong tersebut sudah mulai terpasang dengan rapih di titik tanggul yang semula jebol.

Perbaikan sendiri saat ini terus berlangsung yang dikerjakan langsung oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur. Para pekerja pun masih terus bekerja dan melakukan pemasangan akhir bronjong di setiap titik yang menjadi perbaikan tanggul tersebut.

Volume air di Tanggul Hek sendiri saat ini sedang rendah. Hujan deras sedang tidak mengguyur Jakarta, demikian pula tidak ada aliran air dari arah Bogor.

Tanggul bronjol di pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 3 Desember 2021. (Marteen RP/detikcom)Tanggul bronjol di pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 3 Desember 2021. (Marteen RP/detikcom) Foto: Tanggul bronjol di pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 3 Desember 2021. (Marteen RP/detikcom)

Sebelumnya, Pada 22 November lalu, petugas dari Sudin SDA Jakarta Timur, bekerja untuk memperbaiki tanggung jebol di Jl Rahayu. Pada jembolan yang berada di sisi Jl Rahayu, sudah dipasang brojong kawat yang diisi batu.

Tanggul bronjol di pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 3 Desember 2021. (Marteen RP/detikcom)Tanggul bronjol di pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 3 Desember 2021. (Marteen RP/detikcom) Foto: Tanggul bronjol di pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 3 Desember 2021. (Marteen RP/detikcom)

Tembok tanggul yang jebol sudah dibongkar. Untuk menahan air kali yang kemungkinan meluap, disusun karung-karung pasir. Kini, 3 Desember, bronjong berupa batu dan kawat sudah lebih sempurna terpasang, meski karung-karung masih ada di belakang bronjong.

(dnu/dnu)