Koantas Bima Gabung JakLingko, Anies Harap Transportasi Umum Makin Diminati

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 23:27 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan Resmikan Koantas Bima Gabung ke JakLingko
Gubernur DKI Anies Baswedan Resmikan Koantas Bima Gabung ke JakLingko (Dok Pemprov DKI)
Jakarta -

Armada legendaris, Koperasi Angkutan Lintas Bima (Koantas Bima), resmi bergabung ke sistem bus rapid transit (BRT) TransJakarta-JakLingko. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan integrasi ini dapat memperluas jangkauan transportasi umum bagi warga.

"Alhamdulillah dengan dikembangkan sebagai satu konsep terintegrasi dan sekarang sudah empat tahun terintegrasi. Dengan begitu, jangkauannya lebih luas. Dulu coverage-nya 42 persen wilayah Jakarta, sekarang sudah 82 persen. Dan dengan Koantas Bima, insyaallah lebih tinggi lagi," kata Anies Baswedan dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021).

Acara peresmian integrasi antara Koantas Bima dan Transjakarta-JakLinko digelar di Stasiun Tanah Abang, hari ini. Sebagai informasi, Tanah Abang merupakan trayek Koantas Bima sebelumnya, yakni Ciputat-Tanah Abang.

Kembali ke Anies, dia memandang integrasi antarmoda tersebut menunjukkan keseriusan Jakarta. Terutama, dalam memfasilitasi mobilitas warganya demi menghadirkan sebuah kota yang modern, tapi warganya secara rasional memilih transportasi umum massal dibandingkan pribadi.

"Hari ini tambah lagi jejaring JakLingko kita, sehingga bisa menjangkau lebih banyak. Kita semua tahu bahwa sebuah kota modern mengandalkan transportasi umum, sehingga mobilitas penduduk difasilitasi oleh pemerintah," jelasnya.

Anies berharap sistem integrasi ini dapat menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta sekaligus meningkatkan kualitas hidup karena bisa menghemat biaya transportasi.

"Mudah-mudahan kita dapat menyaksikan porsi penduduk yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi jauh lebih rendah dan menggunakan kendaraan umum," ujarnya.

Menurut Anies, Koantas Bima sendiri merupakan armada transportasi umum yang memiliki sejarah panjang. Melalui kerja sama ini, Anies meyakini manfaat angkutan umum ini dapat membiasakan diri dalam menjalani tradisi baru.

"Saya titip pesan buat teman-teman di Koantas Bima (agar) membiasakan tradisi baru. Saya berharap yang bekerja di Koantas Bima merasakan kepastian dan ketenangan, sehingga warga yang dilayani pun mendapatkan kepuasan," imbuhnya.

Merujuk informasi dari Pemprov DKI, program integrasi JakLingko pada layanan TransJakarta terdiri dari bus besar, bus sedang, dan bus kecil. Untuk integrasi bus besar dan bus kecil, mayoritas angkutan umum lama di DKI Jakarta sudah bergabung/terintegrasi dengan layanan Transjakarta.

Sedangkan untuk integrasi bus sedang dengan tambahan satu operator lainnya, yaitu Koperasi Angkutan Lintas Bima (Koantas Bima). Jumlah armada Koantas Bimas yang diintegrasikan ke dalam sistem BRT TransJakarta sebanyak 36 (tiga puluh enam) unit. Sedangkan jumlah armada yang diluncurkan pada tahap awal hari ini ada sebanyak sepuluh kendaraan pada layanan pengumpan non-BRT rute 6N (Ragunan-Blok M via Kemang).

Dengan skema pembelian layanan ini, bus Koantas Bima beroperasi tanpa harus kejar setoran dan mencari pelanggan berbayar seperti yang dilakukan angkot mikro trans JakLingko, yang telah beroperasi sebelumnya dan berhasil menarik minat warga Jakarta untuk menggunakan transportasi yang murah, aman, dan nyaman.

(taa/zap)