Sempat Diamankan, 7 Santri Tangerang Mau Reuni 212 di Jakarta Dipulangkan

Khairul Ma'arif, Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 18:33 WIB
Sejumlah massa  mengikuti aksi reuni 212 di Jakarta, Kamis (2/12/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho  Gumay/hp.
Reuni 212 tak dapat izin digelar di Patung Kuda, Kamis (2/12/2021). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Tangerang -

Tujuh orang santri dari sebuah pesantren di Sepatan, Kabupaten Tangerang, sempat diamankan polisi karena hendak ke Jakarta untuk mengikuti Reuni 212. Ketujuh santri yang rata-rata di bawah umur ini kini telah dipulangkan.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim mengatakan ketujuhnya itu sempat diamankan pada Kamis (2/12) dini hari tadi. Mereka berusia rata-rata 14-18 tahun.

"Mayoritas dari Sepatan, Kabupaten Tangerang. Ada yang diputarbalikkan tapi tidak banyak," kata Abdul Rachim saat dihubungi wartawan, Kamis (2/12/2021).

Rachim menambahkan saat ini ketujuhnya sudah dipulangkan. Dia berujar ketujuh anak ini diamankan hanya untuk menjaga agar tidak berangkat menuju Jakarta.

"Tidak disellah, diamankan saja supaya mereka tidak ke Jakarta, (kita) suruh belajar di sekolahan. Kasihanlah kalau di sel itu kan anak-anak, ikut ikutan aja tidak ngerti apa-apa. Semuanya anak pesantren. saat diamankan tidak ada yang bawa senjata tajam," imbuhnya.

Terpisah, Wakasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Mbarep Susilo berujar tujuh anak ini disekat saat melintasi di sekitar TMP Taruna, Kota Tangerang. Saat disekat, ketujuh anak tersebut tengah menumpang di sebuah mobil pikap.

Para remaja ini berangkat dari titik kumpul di masjid di Ciledug, Kota Tangerang. Mereka kemudian nebeng mobil pikap. Menurut Mbarep, anak-anak itu mengetahui adanya Reuni 212 dari media sosial. Tetapi, karena tak ada yang membawa benda-benda berbahaya, ketujuh anak ini sudah dipulangkan.

"Harus dikembalikan, karena dia tidak berbuat apa-apa. Hanya karena ikut-ikutan aja. Mereka dikembalikan ke pesantrennya di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang," ucap dia.

16 Remaja Sempat Diperiksa di Gambir

Sementara itu, di Gambir, Jakarta Pusat, polisi sempat memeriksa 16 remaja yang kedapatan sedang berkumpul. Saat diinterogasi, mereka mengaku hendak ikut Reuni 212.

"Setelah diberikan pemahaman kaitannya apabila mereka ingin menunggu reuni. Jadi tidak ada izin dari kepolisian," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Keenam belas remaja tersebut diketahui tengah berkumpul saat malam hari. Saat itu, polisi mengimbau mereka tidak mendekat ke kawasan Patung Kuda.

Setelah diimbau pihak kepolisian, mereka kemudian diperbolehkan pulang. Kemudian, setelah dilihat identitasnya, ternyata mereka berasal dari luar Jakarta.

(mea/mea)