Polisi Gerebek Gudang Benur Ilegal Rp 24 M di Sumsel, 13 Orang Ditangkap

M Syahbana - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 11:18 WIB
Polisi saat menggerebek gudang benur ilegal di sumsel (dok. Istimewa)
Foto: Polisi saat menggerebek gudang benur ilegal di sumsel (dok. Istimewa)
Palembang -

Polisi menggerebek dua rumah di Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) yang dijadikan gudang penyimpanan benih lobster (benur) ilegal. Polisi menangkap 13 orang dan menyita 154.450 benih lobster senilai Rp 24,4 miliar.

"Kita bersama Satreskrim Polres Banyuasin, mengungkap dua unit rumah yang dijadikan gudang penyimpanan benur ilegal dan menangkap 13 pelaku," kata Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Barly Ramadhani di Palembang, Kamis (2/12/2021).

Penggerebekan dilakukan pada Selasa (30/11) mala di Desa Mulya Sari, Tanjung lago, Banyuasin. Barly mengatakan polisi menggerebek lokasi itu setelah ada laporan dari warga.

"Pengungkapan itu berdasarkan informasi tim gabungan, bahwa adanya kegiatan tempat penampungan sementara benih lobster tanpa izin di desa Mulyasari Dusun 1 Kec. Tanjung Lago Banyuasin," kata Barly.

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade mengatakan pihaknya menemukan 154.450 benih lobster ilegal senilai Rp 24,4 miliar. Selain itu, ada 13 orang yang ditangkap.

"Tim mengamankan sebanyak 154.450 ekor benih lobster, diantaranya jenis mutiara sebanyak 3.300 dan pasir 14.000, di rumah pertama dan di rumah ke dua jenis mutiara sebanyak 24.750 dan pasir 111.400, dengan total kerugian negara Rp 24,4 miliar. 13 pelaku kita amankan dalam penggerebekan, untuk perannya masih didalami," kata Ikang.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain dari lokasi tersebut. Benih lobster yang disita kemudian dilepasliarkan ke habitatnya.

"Benur tersebut diserahkan ke Balai Perikan untuk dilepasliarkan. Para tersangka kita tahan dan dijerat Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU RI No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan," katanya.

Kasi Pengawasan Pengendalian dan Informasi Karantina Ikan Palembang Erik Ariyanto mengaku pihaknya membawa benur tersebut ke Lampung untuk dilepasliarkan.

"Kita masih di Lampung, ini kita serahkan ke Balai Besar Budidaya Lampung untuk perekayasaan dan pembudidayaan," kata Erik.

Lihat juga video 'Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benur untuk Ekspor di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)