detikcom Do Your Magic

detikcom Do Your Magic: SDA Bakal Angkut Tanah Galian Sumur Resapan Pasar Minggu

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 16:46 WIB
Guntukan tanah sisa galian sumur resapan menumpuk di Jl Sirsak Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Gundukan tanah galian sumur resapan di Jl Sirsak, Pasar Minggu, Jaksel. (M Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Gundukan tanah sisa galian sumur resapan di Jl Sirsak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dikeluhkan warga karena menghalangi aktivitas kawasan permukiman itu. Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menyatakan bakal membereskan gundukan tanah itu.

"Laporan sudah saya terima," kata Kepala Suku Dinas SDA Jaksel, Mustajab, kepada detikcom Do Your Magic, Rabu (1/12/2021).

Keluhan warga soal gundukan tanah sisa galian sumur resapan itu juga disampaikan warga ke Gubernur Anies Baswedan dan Pemprov DKI Jakarta via Twitter. Mustajab kini sudah meminta bantuan Kepala Satuan Pelaksana SDA Pasar Minggu untuk membereskan masalah itu.

"Sudah saya perintahkan teman-teman Kasatel untuk membantu membuang tanahnya, biar segera tidak mengganggu masyarakat, biar bersih," kata Mustajab.

Berdasarkan pantauan detikcom hari ini, badan jalan di Jl Sirsak di Pasar Minggu itu terhalang gundukan tanah cokelat sisa galian. Sisa galian tersebut belum diangkat meski proyek pengerjaan sumur resapan sudah tidak berjalan.

"Gundukan tanah ini belum diangkut mungkin dari dua hari lalu," kata warga setempat bernama Nadim Al Farell, di lokasi.

Guntukan tanah sisa galian sumur resapan menumpuk di Jl Sirsak Pasar Minggu, Jakarta Selatan.Gundukan tanah sisa galian sumur resapan menumpuk di Jl Sirsak Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (M Hanafi/detikcom)

Masalah yang sama dikeluhkan Soleh Solihun

Komika Soleh Solihun juga sempat mengeluhkan permasalahan yang sama, yakni soal galian sumur resapan yang mengganggu di depan rumahnya, di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Kini, pengerjaan sumur resapan di depan rumah Soleh Solihun dinyatakannya sudah beres. Dia berharap pengerjaan proyek sumur resapan di kawasan permukiman bisa dipercepat supaya tidak mengganggu warga.

"Harapan saya sih kalau yang di depan-depan rumah warga itu tolong dipercepat saja pekerjaannya karena mengganggu mobilitas warga. Apalagi kalau jalan di kompleks yang jalannya kecil. Saya sendiri sempat susah untuk keluar rumah," kata Soleh Solihun kepada detikcom, Senin (29/11) lalu.

(dnu/aik)