Ahok Pernah Sebut Sumur Resapan Tak Bisa Atasi Banjir

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 14:05 WIB
Sumur resapan di Lebak Bulus, Jaksel, dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, pengendara mesti melintas agak ke tengah jalan demi menghindari sumur resapan.
Sumur resapan di jalan Lebak Bulus. (Andhika Prasetia/detikcom)

Gencar Bangun Sumur Resapan

Pemprov DKI Jakarta kini gencar melakukan program sumur resapan sebagai salah satu langkah mengantisipasi banjir. Gubernur Anies Baswedan menggunakan Pergub Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sumur Resapan yang diteken Jokowi 8 tahun lalu sebagai dasar kebijakan ini. Kendati demikian, sumur-sumur ini dibangun di jalan raya, bukan di zona hijau seperti pada era Jokowi.

Sayangnya, salah satu proyek sumur resapan di Jalan Lebak Bulus III justru menyebabkan sebagian ruas jalan rusak dan retak. Dina Bina Marga DKI meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) bertanggung jawab untuk pengembalian jalan.

"Kalau gara-gara sumur resapan silakan ke SDA. Jadi begitu dia membuat sumur resapan, itu kan jalan kita digali dibuat sumur resapan, nah pengembalian kondisinya juga oleh SDA," kata Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Heru Suwondo kepada wartawan, Selasa (29/11).

Heru mengatakan pihaknya sudah menyarankan untuk membangun sumur resapan di pinggir jalan. Namun, jika memang harus di jalan, pengembalian jalan harus dipertanggungjawabkan.

"Karena SDA sekarang cukup banyak membangun sumur resapan di jalan, saya berharap sumur resapan adanya di pinggir. Pernah (SDA) datang ke kami, jadi dia akan membuat sumur resapan, ya kalau kita sih silakan kalau mau buat sumur resapan. Komunikasi kita sudah sampaikan, jadi ya tolong pengembalian kondisinya, jangan cuman buat sumur resapan," ujarnya.

Ke depannya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas SDA. Dia meminta SDA segara membenahi jalan beberapa jalan yang rusak akibat proyek sumur resapan.


(rdp/tor)