Tragis Nasib Lumba-lumba yang Pernah Ditunggangi Lucinta Luna

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 06:30 WIB
Lucinta Luna saat menunggangi lumba-lumba di Bali. Video kegiatan Lucinta Luna ini sempat viral dan memicu kecaman warganet (dok Istimewa)
Foto: Lucinta Luna saat menunggangi lumba-lumba di Bali. Video kegiatan Lucinta Luna ini sempat viral dan memicu kecaman warganet (dok Istimewa)

Lumba-lumba yang Hilang Ternyata Mati

Dua ekor lumba-lumba yang pernah dipakai seluncuran oleh Lucinta Luna dikabarkan hilang. BKSDA Bali mengungkap bahwa dua lumba-lumba tersebut telah mati.

"Jadi jangan dianggap kalau lumba-lumba berkurang, dianggap hilang karena kita jual atau kita (jadikan) sate," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali Sumarsono kepada wartawan, Senin (29/11).

"Lagian gimana caranya kita jual lumba-lumba segede itu di pasar tanpa menimbulkan kegemparan di pasar," terangnya

Sumarsono tak mengungkapkan penyebab kematian dua ekor lumba-lumba tersebut sebab tidak membaca hasil nekropsinya. Dia mengaku BKSDA dibantu pihak lain seperti perwakilan Universitas Udayana (Unud) untuk merawat dua mamalia tersebut.

"Saya gak baca hasil nekropsi/otopsinya. Tapi yang jelas mati bukan karena dibunuh. Wong sudah kami rawat intens, kami sayang-sayang, kami pantau," kata dia.

"Keeper-nya siang malam nungguin jangan sampai mati, temen Unud bolak-balik bantuin karena sayang aset negara. Tapi gimana lagi, wong dari awal disita sudah sakit," tambahnya.

Lumba-lumbaPemerintah Indonesia memasukkan lumba-lumba ke dalam kategori satwa dilindungi (Foto: Getty Images/alexxx1981)

Lumba-lumba Sakit karena Dieksploitasi

Sumarsono menjelaskan, lumba-lumba yang disita dari Dolphin Lodge Bali milik PT Piayu Samudra Bali sebagian sudah dalam keadaan tidak sehat. Akibat dieksploitasi, lumba-lumba umumnya sakit hepatitis akut yang tidak ketahuan.

"(Itu) dilihat dari warna mata yang agak kekuningan, karena sudah habis-habisan dieksploitasi oleh pemilik lama secara berlebihan. (Kemudian) Ditunggangi Lucinta Luna dan kawan-kawan dan sebagainya," terangnya.

Selain itu, lumba-lumba tersebut juga kurang gizi karena kurangnya asupan makanan akibat sepinya pengunjung saat pandemi COVID-19. Satwa tersebut juga tidak pernah dicek kesehatan.

"Tidak pernah dicek kesehatan. Medical record yang bener tidak ada, sehingga ketika kami rampas ada beberapa yang sakit walau kelihatan sehat," tuturnya.

"KSDA Bali jadi serba salah, yang sakit-sakit itu kalau tidak kita sita salah. Kalau kita biarkan salah. Kalau kita pelihara lalu mati di tangan kita salah. Kalau kita lepas, tambah salah lagi," ucapnya.


(jbr/nvl)