Tragis Nasib Lumba-lumba yang Pernah Ditunggangi Lucinta Luna

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 06:30 WIB
Lucinta Luna saat menunggangi lumba-lumba di Bali. Video kegiatan Lucinta Luna ini sempat viral dan memicu kecaman warganet (dok Istimewa)
Foto: Lucinta Luna saat menunggangi lumba-lumba di Bali. Video kegiatan Lucinta Luna ini sempat viral dan memicu kecaman warganet (dok Istimewa)

Namun, sebelum itu, pihak Dolphin Lodge sempat diberikan izin selama dua tahun. Pada 2019, izin tersebut habis dan pihaknya mendorong agar dipindah ke lembaga konservasi di Jembrana. Selain itu, izin tak diperpanjang karena adanya masukan dari masyarakat.

Aktivis Ungkap 2 Lumba-lumba Hilang

Sebelumnya, aktivis satwa dari Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-Lumba mengungkap kondisi miris lumba-lumba yang dipakai seluncuran oleh Lucinta Luna di Bali. Para aktivis mengungkap, satwa itu kini ditempatkan di kolam dengan over kapasitas dan dua ekor lumba-lumba hilang.

"Sebelumnya udah ada lima lumba-lumba (yang ditampung di sana). Ditambah tujuh ekor lagi, kolamnya gak akan layak nampung semuanya, dong? Lebih parah lagi, dua ekor lumba-lumba di Bali Exotic Marine Park sekarang hilang," kata salah satu anggota Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-Lumba Pinneng Sulungbudi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (29/11).

Dia menjelaskan salah satu perwakilan dari Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-lmba belum lama pergi ke Bali untuk melihat nasib lumba-lumba yang pernah viral dipakai seluncuran Lucinta Luna. Lumba-lumba itu dititipkan oleh BKSDA Bali di Bali Exotic Marine Park.

"Ketika sudah di sana, kami sedih melihatnya. Dari tiga kolam yang ada, lima lumba-lumba dari Bali Dolpin Lodge diletakkan dalam satu kolam yang sama dengan ukuran kecil dan dangkal," terangnya.

Lucinta Luna saat menunggangi lumba-lumba di Bali. Video kegiatan Lucinta Luna ini sempat viral dan memicu kecaman warganet (dok Istimewa)Lucinta Luna saat menunggangi lumba-lumba di Bali. Video kegiatan Lucinta Luna ini sempat viral dan memicu kecaman warganet (dok Istimewa)

"Mereka juga terus-menerus terpapar matahari. Selain itu, kami menemukan kejanggalan, seharusnya ada tujuh lumba-lumba dari sana," sambung Pinneng.

Karena melihat kondisi tersebut, Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-Lumba memulai petisi untuk membebaskan lumba-lumba sejak Mei 2021. Petisi itu kini sudah memiliki 75.000 tanda tangan.

Simak dugaan penyebab matinya lumba-lumba di halaman berikutnya.