Gerindra Bicara Pentingnya Penembakan di Exit Tol Bintaro Diusut Transparan

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 19:53 WIB
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Habiburokhman (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Masih ada setidaknya empat hal yang belum terungkap dalam kasus penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan. Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus yang melibatkan anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya itu.

"Dalam kasus ini, yang paling penting transparansi, supaya nggak ada dugaan macam-macam," kata Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Habiburokhman menyebut satu hal yang juga perlu ditelusuri. Hal yang dimaksud adalah penggunaan senjata api (senpi).

"Ya harus dicek benar, apakah penggunaan senpi sesuai protap (prosedur tetap) atau tidak," terang anggota DPR Fraksi Gerindra itu.

Lebih lanjut Habiburokhman tak menampik bahwa penggunaan senpi diperbolehkan dalam keadaan terpaksa. Namun harus bisa dibuktikan melalui proses hukum.

"Memang ada pasal pemaaf, pembelaan diri ketika terpaksa, apalagi yang bersangkutan memang petugas. Namun semua itu harus dibuktikan melalui proses hukum yang bisa dipantau publik," papar anggota Komisi Hukum DPR itu.

Seperti diketahui, insiden penembakan di Exit Tol Bintaro itu terjadi pada Jumat (26/11). Pelaku penembakan adalah Ipda OS.

Awalnya Ipda OS menerima laporan dari seorang warga inisial O. Warga tersebut mengaku merasa terancam karena dibuntuti.

Warga yang melapor saat itu diarahkan oleh Ipda OS untuk ke kantor Satuan PJR Jaya 4, dengan tujuan agar lebih aman. Di depan kantor Satuan PJR Jaya 4, terjadi keributan.

"Berdasarkan keterangan saksi, itu mau ditabrak, lalu terjadilah tembakan sebanyak dua kali mengenai dua korban," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat jumpa pers.

Simak video 'Jadi Pelaku Penembakan, Polisi PJR Polda Metro Belum Ditetapkan Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/zak)