Mahasiswa UPN Segel Sekretariat Menwa: Kecewa atas Tewasnya Lala

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 19:40 WIB
Sekretariat Menwa UPN disegel (Dok istimewa)
Sekretariat Menwa UPN disegel (Dok istimewa)
Jakarta -

Usai menggelar aksi dan audiensi dengan pihak rektorat, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menyegel sekretariat Menwa. Hal ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan terhadap kasus tewasnya seorang mahasiswi jurusan Fisioterapi bernama Fauziyah Nabila atau Lala saat kegiatan pembaretan Menwa.

"Ini bentuk kekecewaan kawan-kawan mahasiswa atas meninggalnya Saudari Lala, dan bentuk dukungan kita terhadap keputusan rektor untuk pembekuan UKM Menwa untuk sementara," kata jenderal lapangan aksi dari koordinator bidang Sospol BEM Universitas, Befinka Figiel, saat diwawancarai, Selasa (30/11/2021).

Befin mengatakan audiensi berjalan cukup alot dari pukul 14.00 hingga 15.30 WIB. Dari hasil audiensi, pihak rektorat menerima 5 poin yang menjadi tuntutan massa aksi.

"Dari audiensi tadi pihak rektorat menerima 5 tuntutan kita beserta kajiannya. Untuk sanksi pada poin 3 (pembekuan Menwa), akan menunggu hasil keputusan dari komisi disiplin rektorat," kata dia.

Pihak rektorat menjanjikan tenggat hingga pertengahan Desember terkait pembekuan Menwa. Jika tidak terealisasikan, pihak mahasiswa akan berkonsolidasi untuk langkah selanjutnya.

Sementara itu, terkait tuntutan pembubaran Menwa, Rektor UPN Veteran Jakarta Erna Hernawati mempersilakan mahasiswa untuk melakukan kajian terlebih dahulu.

"Silakan membuat kajian yang akademis mengenai keberadaan Menwa. Menwa tidak hanya ada di UPNVJ. Kalau ada kajian, saya tunggu, akan saya sampaikan kepada pihak yang berwenang," katanya.

Erna juga meminta komisi disiplin memproses lebih lanjut terkait sanksi yang akan diberikan kepada pengurus Menwa UPNVJ.

"Rektor akan memutuskan berdasarkan data dan fakta dari Komisi Disiplin. Aturan sudah ada, keputusan rektor akan berdasarkan peraturan," pungkasnya.

Lala Tewas

Lala disebut kelelahan saat mengikuti long march sejauh 10-15 kilometer. Kala itu, Lala berada di baris paling belakang.

Lala mengalami keram dan diminta beristirahat. Korban sempat dikira kesurupan oleh pihak Menwa. Menurut pihak keluarga, Lala sempat beristirahat di mobil ambulans yang disediakan.

"Jadi sempat dibawa ke masjid untuk diobati. Sampai di sana, ada jeda waktu. Setelah itu almarhum kejang-kejang. Mungkin mereka panik, akhirnya dibawa ke rumah sakit dan sampai sekitar pukul 05.00 WIB atau 06.00 WIB," kata paman korban, Delvinalis, seperti dikutip dari LPM Aspirasi UPNVJ.

Lala disebut sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Pihak keluarga menolak diautopsi terhadap jenazah.

Kabar tewasnya Lala pun tersiar cepat ke seluruh mahasiswa. Mereka pun menggelar aksi.

Berikut 5 tuntutannya:

1. Menuntut rektorat dan Menwa untuk memberikan klarifikasi dan kronologi melalui audiensi terbuka
2. Meminta pertanggungjawaban kelembagaan kepada Rektorat-Menwa
3. Bubarkan Menwa
4. Menuntut kesetaraan dan kemudahan dalam pemberian izin kegiatan ormawa dan UKM
5. Mengutuk keras kecacatan prosedural yang dilakukan Menwa.

Simak juga 'Diksar Maut di Parepare, 2 Mahasiswi Tewas Terseret Arus Sungai':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)