UPN Veteran Jakarta Ungkap Kronologi Tewasnya Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 19:20 WIB
Mahasiswa UPN Jakarta Demo di Depan Gedung Rektorat
Foto: Mahasiswa UPN Jakarta Demo di Depan Gedung Rektorat buntut tewasnya mahasiswi (Wildan-detik)
Jakarta -

Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta meninggal saat tengah saat mengikuti kegiatan pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UPN Veteran Jakarta, Ria Maria Theresa pun mengungkap kronologi tewasnya mahasiswinya.

Menurut Ria, peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (25/9) lalu di Sentul, Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut mahasiswi bernama Fauziyah atau yang akrab dipanggil Lala itu bersama peserta lainnya melakukan long march sejauh 3 kilometer menuju Masjid Jami Tanah Baru.

"Etape I longmarch berjarak tiga kilometer menuju Masjid Jami Tanah Baru dengan dua kali waktu istirahat untuk minum dengan waktu selama lima menit," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Kemudian, pada pukul 13.45 WIB, saat menuju pemberhentian kedua etape 1, Lala terlihat mulai kelelahan. Panitia pun memutuskan menaikkan Lala ke dalam ambulans hingga kondisi mahasiswi tersebut membaik.

"Pada pukul 14.30, saat tiba di tujuan etape I bersama ambulans, almarhumah ikut bergabung bersama teman-temannya. Dia menyatakan sudah merasa lebih baik dan siap melanjutkan perjalanan kembali," katanya.

Pada pukul 14.45 WIB, perjalanan dilanjutkan menuju etape II di Masjid Quba dengan jarak 3.1 km. Ria mengatakan, di tengah perjalanan Lala sempat mengalami kram di kakinya.

"Pukul 15.30, kira-kira berjarak dua kilometer dari etape 1, almarhumah mengalami kram kaki kirinya. Panitia memutuskan membawa almarhumah dengan ambulans menuju etape II," kata Ria.

Hingga pada akhirnya pada pukul 16.10 WIB, kondisi Lala semakin melemah. Ria mengatakan, Lala sempat diberikan oksigen karena sesak nafas. Lala kemudian dibawa ke lokasi pembaretan untuk diberikan bantuan lebih lanjut. Karena tidak kunjung membaik, panitia memutuskan untuk membawa Lala ke RS EMC Sentul.

Namun, saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, lantaran lalu lintas yang macet, ambulans sempat tidak bergerak. Ria mengatakan sempat ada warga yang menyarankan untuk putar menuju arah Cawi.

"Meskipun sudah menyalakan sirine, ambulans yang membawa almarhumah tidak bisa bergerak karena kemacetan. Oleh warga setempat, disarankan untuk berputar arah ke Ciawi. Namun, perjalan menuju Rumah Sakit Ciawi juga macet," ujarnya.

Hingga pada pukul 18.45 WIB denyut nadi Lala tidak terasa. Ria mengatakan panitia sempat melakukan tindakan resusitasi jantung paru. Namun pukul 19.07 WIB, ketika tiba di rumah sakit, Lala dinyatakan meninggal.

UPN Veteran Jakarta telah membentuk Tim Komdis. Simak di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Diksar Maut di Parepare, 2 Mahasiswi Tewas Terseret Arus Sungai':

[Gambas:Video 20detik]