Viral Sejoli Freestyle di Mandalika Picu Kecaman, Ini Kata Pengelola

Faruk - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 17:43 WIB
Lombok -

Video aksi freestyle sejoli menggunakan sepeda motor di arena Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial. Video aksi freestyle sejoli tersebut memicu kecaman warganet.

Sebagian besar netizen menganggap aksi mereka sebagai aksi ilegal dan merusak citra sirkuit yang baru saja sukses menggelar event internasional.

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) pun menanggapi video freestyle di Sirkuit Internasional Mandalika tersebut. Mereka menyatakan aksi itu dilakukan sekelompok orang yang bermitra dengan ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

MGPA merupakan anak perusahaan ITDC yang bergerak di bidang pengelolaan race MotoGP. ITDC menyatakan aksi tersebut merupakan bagian dari promosi sirkuit.

"Kami menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian proses pengambilan gambar untuk pembuatan video promosional sirkuit untuk pihak MGPA dan ITDC yang dilakukan oleh mitra kerja kami, PT Roadgrip Motorsport Indonesia (RMI)," ungkap Managing Director The Mandalika, Bram Subiandoro, dalam keterangannya, Selasa (30/11/2021).

Video aksi freestyle motor sejoli di Sirkuit Mandalika viral di media sosial. Video aksi freestyle sejoli tersebut memicu kecaman warganet. (Screenshot video viral)Pengelola menyatakan aksi freestyle tersebut telah berizin. (Screenshot video viral)

Bram menegaskan kegiatan atau aksi freestyle motor yang menggunakan motor custom tersebut telah mendapatkan izin resmi dan dilakukan oleh orang-orang yang profesional.

"Kegiatan pengambilan gambar dan penggunaan motor custom freestyle tersebut telah mendapat izin serta dilakukan oleh orang-orang yang profesional dan dalam kondisi yang aman sesuai standar safety yang memadai," tegasnya.

Meski begitu, Bram tetap meminta semua mitra kerjanya yang melakukan aktivitas di dalam area sirkuit untuk menunjukkan profesionalitas dan mengikuti aturan kerja yang berlaku.

"Kami meminta semua pihak, khususnya mitra kerja, yang melakukan aktivitas pekerjaan dalam kawasan Mandalika, termasuk area sirkuit, dapat lebih menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan pekerjaannya, mengikuti aturan kerja yang berlaku serta tidak mudah mengunggah konten apapun ke media sosial tanpa sepengetahuan izin dari kami sehingga dapat meminimalisir potensi munculnya hal-hal yang akan merugikan semua pihak di masa datang," tuturnya.

"Terakhir, guna menjaga kualitas lintasan dan kelancaran pekerjaan peningkatan fasilitas Pertamina Mandalika International Street Circuit, kami telah memperketat akses masuk ke dalam area sirkuit dan hanya memperbolehkan pihak yang telah memiliki ijin resmi dari ITDC untuk beraktivitas di sana," tutupnya.

(jbr/jbr)