Brimob-Kopassus Bentrok soal Rokok, Polri: Yang Salah Akan Ditindak

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 17:36 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: Adhyasta/detikcom)
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Polri menegaskan akan menindak anggotanya yang terbukti bersalah dalam kasus bentrok antara personel TNI dari Satgas Nanggala Kopassus dan personel kepolisian dari Satgas Amole (Brimob) di Kabupaten Mimika, Papua. Hingga kini, Polri menyebut Propam masih mendalami masalahnya.

"Kan sudah disampaikan itu salah paham dan tentunya sudah diselesaikan. Masing-masing satuan akan menindaklanjuti," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021).

"Tentu dari Polri akan melakukan pemeriksaan dan, kalau dinyatakan salah, itu akan kita beri tindakan," tegas Ramadhan.

Ramadhan menjelaskan anggota Brimob yang bentrok dengan prajurit Kopassus tersebut masih diperiksa oleh Propam. Personel Brimob akan disanksi sesuai perbuatannya jika terbukti melakukan pelanggaran.

"Masih dalam proses, sekali lagi ini masih dalam proses di Propam. Nanti hasil pemeriksaan tentu bagi anggota yang bersalah akan diberi tindakan sesuai dengan perbuatannya, dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tuturnya.

Ramadhan mengatakan anggota Polri harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya, termasuk jika berbuat pidana atau pelanggaran disiplin serta kode etik. Hal itu, lanjut Ramadhan, berlaku juga dalam peristiwa personel Brimob yang bentrok Kopassus ini.

"Pada prinsipnya, setiap perbuatan yang dilakukan oleh anggota Polri harus dipertanggungjawabkan. Apakah itu perbuatan pidana, apakah itu pelanggaran disiplin, atau pelanggaran kode etik, pasti akan ditindaklanjuti," sambung Ramadhan.

Sebelumnya, personel TNI dari Satgas Nanggala Kopassus terlibat bentrok dengan personel Polri yang tergabung dalam Satgas Amole (Brimob) di Kabupaten Mimika, Papua. Kejadian itu dipicu oleh kesalahpahaman mengenai urusan rokok.

Simak penjelasan Kapolda Papua soal duduk perkara di halaman selanjutnya.