Anggota DPR Sesalkan Gesekan Brimob-Kopassus: Ingat Musuh Kita Siapa

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 08:38 WIB
Gedung DPR/MPR
Gedung DPR RI (Dok. detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyoroti gesekan antara personel Satgas Amole Brimob dan Satgas Nanggala Kopassus gegara perkara rokok di Mimika, Papua. Dave meminta tak ada bentrokan antar-aparat demi menjaga kestabilan negara.

"Tentunya harus dewasa dalam bertugas, dan ingat, bahwa musuh kita adalah siapa. Jangan sampai ada kericuhan antarsesama aparat yang menyebabkan ketidakstabilan di sana," kata Dave kepada wartawan, Senin (29/11/2021).

Dave Laksono sepakat dengan perintah Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Peristiwa bentrokan personel Brimob dengan Kopassus perlu diusut.

Dave Laksono.Dave Laksono (Dok. Istimewa)

"Itu yang benar. Memang wajib diusut," ujar politikus Partai Golkar ini.

Senada dengan Dave, anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, menilai seharusnya para personel keamanan bersinergi dalam upaya menciptakan suasana kondusif. Setuju dengan instruksi Panglima TNI, Bobby menilai perlu ada tindakan tegas.

"Harusnya para anggota kedua Satgas Nanggala dan Amole ini bekerja sama dalam kondisi keamanan di lokasi yang masih ada dinamika sehingga bentrokan internal seperti ini sangat berbahaya," ucapnya.

Bobby Adhityo RizaldiBobby Adhityo Rizaldi (Ari Saputra/detikcom)

Selain itu, Bobby menilai ke depan perlu ada evaluasi dan identifikasi masalah. Sebab, gesekan kerap terjadi di level bawah personel lapangan TNI dan Polri, bukan di level perwira.

"Apakah karena kurang latihan bersama sehingga tidak mengenal, atau ada kecemburuan sosial mengenai hal terkait kesejahteraan, atau ada perilaku-perilaku yang masih menganggap ada privilege khusus (pengecualian-pengecualian dalam hal kepatuhan terhadap peraturan-peraturan) dan sebagainya," sebut Bobby.

"Kami harap, niat baik sinergi dari para pimpinan dua institusi ini bisa diejawantahkan menjadi sebuah program-program yang lebih merekatkan hubungan, seperti tugas bersama, latihan bersama, dan juga sanksi-sanksi tegas bagi yang melanggarnya," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.