Wamenkumham Bicara soal Gratifikasi, Contohkan Jokowi dan Vinyl Metallica

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 16:04 WIB
Ahli dari tim Jokowi, Eddy Hiariej saat sidang MK (Youtube MK)
Ahli dari tim Jokowi, Eddy Hiariej, saat sidang MK. (YouTube MK)

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan mengapa pemberi gratifikasi tidak dapat dijerat dalam undang-undang tindak pidana korupsi. Menurutnya, pemberi gratifikasi sudah merupakan pemberi suap karena sudah ada perjanjian di awal.

"Mengapa di dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi yang ada adalah sanksi bagi penerima gratifikasi tapi pemberi gratifikasinya tidak ada?" katanya.

"Sebab, kalau ada sanksi bagi pemberi gratifikasi maka tidak ada gratifikasi, yang ada suap. Kan tadi saya katakan kalau kalau suap, ada meeting of mind, ada pesuap aktif, ada pasif. Tapi kalau ada tidak ada meeting of mind, jatuhnya digratifikasi," sambungnya.


(azh/aud)