BW ke KPK Urus Kasus Formula E: Mandalika Sukses, Sini Juga Harusnya Bisa

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 15:40 WIB
Bambang Widjojanto (BW) dan eksKSAU Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat mendatangi kantor BPN di Kertanegara
Bambang Widjojanto (BW) (Marlinda Octavia/detikcom)
Jakarta -

Mantan pimpinan KPK yang juga anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Bambang Widjojanto (BW), bersama Dirut JakPro, Widi Amanasto, menyambangi KPK. BW membandingkan Formula E dengan ajang balap di Mandalika.

"Prinsipnya kami ingin mencontoh Mandalika, kalau Mandalika bisa sukses di sini juga harusnya bisa sukses," ujar BW kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Senin (29/11/2021).

BW akan mencontoh seri World Superbike (WSBK) 2021 di sirkuit Mandalika, Lombok, yang telah sukses digelar. Dia menegaskan bahwa Formula E akan sukses digelar juga.

"Nah, salah satunya adalah government prosesnya yang harus kita pelajari di Mandalika seperti apa, misalnya gitu. Jadi, kita nggak mau ada masalah-masalah lain selain menyukseskan Formula E-nya," katanya.

Kedatangannya kali ini, BW mengatakan Pemprov DKI kembali melengkapi dokumen terkait Formula E yang diminta KPK. Dia menyebut kini ada kurang lebih 1.000 halaman yang diserahkan.

"Dokumen-dokumennya misalnya ini, dokumen-dokumennya BPK, kan itu penting yang juga harus diserahkan. Terus ada beberapa dokumen yang kita nggak bisa ngomong di sini yang diminta oleh KPK, nah itu kita serahin juga," ujarnya.

Lebih lanjut, BW mengatakan Pemprov DKI akan terus transparan terhadap KPK. Dia akan membantu kinerja KPK dalam penyelidikan dugaan kasus korupsi di Formula E ini.

"Prinsipnya kita mau governance, kita mau buka, mau kita kasih semua kepada penegak hukum yang memang melakukan ini. Jadi, mau membantu teman-teman di KPK, karena kita mau membuat era baru nih, dokumen-dokumen yang diperlukan kan harus dibantu," katanya.

Dalam pemberitaan sebelumnya BW pernah ke KPK bersama Kepala Inspektorat DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat untuk memberikan dokumen soal Formula E. KPK memang tengah menyelidiki dugaan korupsi di balik penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta.

KPK Bakal Panggil JakPro Terkait Dugaan Korupsi Formula E

KPK hingga kini sedang berupaya memanggil beberapa pihak yang sekiranya mengetahui dugaan korupsi Formula E. Salah satunya pihak JakPro yang tentu terlibat dalam perlibatan ajang mobil balap F1 tersebut.

"Saya kira siapa pun yang juga mengetahui dan keseluruhan penyelenggaraan Formula E ini akan dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim penyelidik untuk memastikan apakah benar di dalam penyelenggaraan ini ada peristiwa pidana," kata Ali.

Ali menegaskan bahwa KPK dalam proses penyelidikan akan mengutamakan unsur pidananya lebih dulu. Dia menyebut KPK masih mengumpulkan data serta informasi terkait dugaan perkara.

"Pada prinsipnya kan proses penyelidikan itu mencari peristiwa pidana dan itu nanti ketika mencari peristiwa pidana ini ada pengumpulan data, informasi, dan bahan keterangan," katanya.

KPK Telaah Dokumen Terkait Formula E dari Pemprov DKI

Sebelumnya, KPK menerima dokumen setebal 600 halaman terkait penyelenggaraan Formula E dari Pemprov DKI Jakarta. Dokumen tersebut nantinya akan ditelaah oleh KPK secara mendalam guna kepentingan proses penyelidikan dugaan kasus korupsi Formula E.

"Tim penyelidik akan menelaah dan mengkaji dokumen tersebut secara detail dan mendalam untuk memperoleh informasi dan data yang tentu diperlukan dalam proses penyelidikan perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (9/11).

Ali mengatakan KPK mengapresiasi sikap kooperatif Pemprov DKI Jakarta dengan menyerahkan dokumen tersebut. Dia berharap pihak terkait kooperatif jika dimintai keterangan terkait dugaan perkara ini.

"KPK berharap pihak terkait terus kooperatif untuk proses-proses berikutnya jika diperlukan keterangan dan konfirmasi lebih lanjut. Hal ini semata untuk memperlancar proses hukum demi keadilan dan terangnya suatu perkara," ucapnya.

Simak video 'Ketua Pelaksana Formula E: Event Internasional Tentu Dilaporkan ke Presiden':

[Gambas:Video 20detik]

(azh/dhn)