detikcom Do Your Magic

detikcom Do Your Magic: Drainase Vertikal Ini Diberi Pot di Tengah Jalan

Marteen Ronaldo - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 15:19 WIB
Pot di atas tutup drainase vertikal, Jl Karang Tengah, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. (Marteen Ronaldo/detikcom)
Pot di atas tutup drainase vertikal, Jl Karang Tengah, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. (Marteen Ronaldo/detikcom)
Jakarta -

Proyek pengerjaan drainase vertikal di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan (Jaksel), masih belum tuntas. Sisa-sisa proyek yang belum dirapikan mengganggu lalu lintas pengguna jalan.

detikcom menelusuri kawasan Pondok Labu, seperti Jl Wijaya Kusuma, Jl Karang Tengah, Jl Gunung Galo, dan Jl Agraria. Di lokasi-lokasi tersebut, masih ditemukan proyek-proyek yang belum selesai.

Di Jl Wijaya Kusuma, tepatnya di depan Politeknik Kementerian Kesehatan, karung berisi tanah bekas galian masih berada di pinggir jalan. Beberapa karung berserakan, isi tanah dari dalam karung tumpah ke badan jalan. Di Gunung Galo, karung-karung masih ditumpuk di atas trotoar.

Galian drainase vertikal di Jl Wijaya Kusuma, Pondok Labu, Jakarta Selatan.Galian drainase vertikal di Jl Wijaya Kusuma, Pondok Labu, Jakarta Selatan. (Marteen Ronaldo/detikcom)

Kemudian, di Jl Karang Tengah, terdapat tutup drainase vertikal tidak tertutup rapat. Dua buah kayu dipakai untuk menopang tutup drainase agar tidak bergeser. Lalu, tutup drainase vertikal itu diberi pot tanaman di atasnya agar pengendara bisa menghindari tutup drainase dan tidak melindasnya. Satu pot terlihat tumpah, satu lagi masih berdiri.

Drainase vertikal di Jl Karang Tengah, Pondok Labu, Jakarta Selatan.Drainase vertikal di Jl Karang Tengah, Pondok Labu, Jakarta Selatan. (Marteen Ronaldo/detikcom)

Agung Setia Aji, salah satu warga Jl Karang Tengah, mengatakan perbaikan drainase tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada pengerjaan lanjutan.

"Tidak ada progres lanjutannya, padahal katanya mau diselesaikan di bulan ini, tapi masih ada yang belum selesai," katanya saat ditemui detikcom, Senin (29/11/2021).

Ia pun mengaku, akibat perbaikan yang tak kunjung usai, jalan tersebut sering kali menjadi macet.

"Iya kan posisinya hampir setengah bibir jalan, ya otomatis kalau kayak gitu pasti jadi biang kemacetan, apalagi kan ada pot juga di atas perbaikan drainasenya," terangnya.

Keluhan Soleh Solihun soal Drainase Vertikal

Komika Soleh Solihun melaporkan kondisi galian drainase vertikal di depan rumahnya yang terlalu lama selesai dan mengganggu aktivitas keluar rumah. Ada pula drainase vertikal di Jl Intan yang rusak tutupnya. Dia berharap proyek Pemprov DKI ini bisa lebih cepat rampung dan rapi.

"Harapan saya sih kalau yang di depan-depan rumah warga itu tolong dipercepat saja pekerjaannya karena mengganggu mobilitas warga. Apalagi kalau jalan di kompleks yang jalannya kecil. Saya sendiri sempat susah untuk keluar rumah," kata Soleh Solihun kepada detikcom, Senin (29/11).

Soleh mencuitkan keluhannya soal galian drainase vertikal di rumahnya, kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada 17 November lalu. Dia mendapat informasi dari pihak pelaksana proyek, galian bakal kelar tiga hari sehingga mobilnya bisa keluar dari garasi tanpa terhalang galian lagi. Tiga hari kemudian, masih ada gundukan tanah galian yang tidak diangkut. Hari ke-4, tanah sudah selesai diangkut namun bak kontrol belum ditutup, kondisi ini tetap sama sampai hari ke-10. Keluhan soal belum ditutupnya bak kontrol drainase vertikal ini dicuitkan Soleh pada Jumat (26/11) kemarin.

"Saya nge-tweet pagi, sore udah ditutup itu bak kontrolnya," kata Soleh.

"Di sebelah tetangga-tetangga saya ada juga sudah selesai, tapi ada galian yang baru di belokan jalan," imbuhnya.

(aik/dnu)