Pemerintah Bakal Evaluasi Pelaksanaan PPKM Jawa-Bali Hari Ini

Indra Komara - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 09:32 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali berakhir hari ini. Pemerintah bakal melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PPKM di Jawa-Bali.

PPKM di Jawa-Bali sebelumnya diperpanjang sejak 16 November hingga 29 November 2021. Merujuk Inmendagri 60/2021, daerah PPKM level 1 di Jawa-Bali berjumlah 26 daerah.

Evaluasi PPKM kali ini digelar di tengah merebaknya Corona varian Omicron di sejumlah negara Afrika. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengambil sejumlah langkah pencegahan agar varian Omicron tak masuk ke RI.

"Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Minggu (28/11/2021).

Daftar negara poin A yang dimaksud yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong. Itu artinya WNA dan WNI dari luar negeri di luar wilayah Afrika wajib karantina 7 hari.

Sementara itu, untuk WNI yang baru dari Afrika wajib karantina 14 hari.

"Untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin A di atas akan dikarantina selama 14 hari," tuturnya.

Sementara itu, kasus Corona di dalam negeri masih mengalami naik turun. Hal tersebut terlihat dari data kasus Corona di Indonesia dalam sepekan terakhir. Berikut datanya:

Tambahan harian kasus Corona:

22 November: 186 kasus
23 November: 394 kasus
24 November: 451 kasus
25 November: 372 kasus
26 November: 453 kasus
27 November: 404 kasus
28 November: 264 kasus

Data kasus kematian:

22 November: 5 kasus
23 November: 9 kasus
24 November: 13 kasus
25 November: 16 kasus
26 November: 14 kasus
27 November: 11 kasus
28 November: 1 kasus

Data kasus sembuh:

22 November: 342 kasus
23 November: 434 kasus
24 November: 377 kasus
25 November: 293 kasus
26 November: 386 kasus
27 November: 260 kasus
28 November: 275 kasus

(idn/haf)