Soal Pria Doktrin Anggota Membunuh, Pemuda Pancasila: Kami Tak Yakin itu Kader

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 13:31 WIB
Viral pria doktrin anggota Pemuda Pancasila untuk membunuh. Foto: tangkapan layar video viral dari grup WhatsApp.
Pria yang mendoktrin 'anggota Pemuda Pancasila' untuk membunuh (Foto: Tangkapan layar video)
Jakarta -

Pemuda Pancasila (PP) sedang menelusuri video viral seorang pria yang mendoktrin anggotanya untuk membunuh. Pemuda Pancasila tidak yakin pria tersebut adalah kadernya.

Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Razman Arif Nasution mengatakan pihaknya sedang menelusuri siapa sosok pria viral itu.

"Kita sedang telusuri. Saya juga sudah beri tahu kepada tim hukum kita dan supaya disampaikan ke--kalau dia di DKI ya ke (MPC) DKI, kalau dia di daerah ya ke daerah. Dan ini sudah diketahui oleh pengurus MPN," jelas Razman kepada detikcom, Sabtu (27/11/2021).

Razman mengatakan tim BPPH akan berkoordinasi dengan Sekjen Pemuda Pancasila untuk melakukan cross-check kebenaran video viral tersebut. Namun Razman merasa tidak yakin pria tersebut adalah salah satu kadernya.

"Yang pasti kami, kemarin kami bertemu dengan Kabagops dan timnya sesuai komunikasi Pak Kapolda dan Pak Dirkrimum. Kita sudah sampaikan bahwa kami tidak yakin itu adalah kader PP," kata Razman.

Menurut informasi yang diperoleh oleh pihak Pemuda Pancasila, potongan video itu adalah video lama. Pemuda Pancasila masih menelusuri lebih lanjut siapa sosok di video tersebut.

"Saya dapat informasi itu adalah video lama, yang tentu kami akan cari tahu ini video di mana, tahun berapa, siapa (orangnya)," katanya.

Pemuda Pancasila Duga Penyusup

Razman mengatakan, jika hasil penyelidikan bahwa pelaku tersebut bukan anggota Pemuda Pancasila, ia menduga adanya penyusupan.

"Kalau ternyata itu nanti tidak benar, artinya ada orang yang menyusup, karena bisa saja baju PP bisa beli di Senen kalau di Jakarta, bisa beli di toko-toko banyak jual," ungkapnya.

Namun, jika ternyata pelaku tersebut adalah benar kadernya, PP akan memberikan sanksi berat kepada pelaku. Sebab, menurutnya, pernyataan pelaku tersebut tidak sesuai dengan AD/ART ormas PP.

"Tapi kalau ternyata itu adalah kader PP, itu akan diberi sanksi berat sampai pemecatan dan kami tidak akan lakukan pembelaan hukum (terhadap si pelaku) jika itu benar kader PP. Kita juga punya batasan," bebernya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....

Simak Video: Heboh Video Pria Doktrin Anggota Ormas PP untuk Membunuh

[Gambas:Video 20detik]