Ini Alasan Polisi Korban Pemerasan LSM Takut Ancaman Diviralkan Pelaku

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 20:57 WIB
Polisi merilis pemerasan Ketua LSM Tamperak (Nahda/detikcom)
Polisi merilis pemerasan Ketua LSM Tamperak (Nahda/detikcom)

Diketahui, korban yang diperas adalah satgas begal yang menangkap eksekutor begal yang menewaskan pegawai Basarnas. Rupanya, Satgas Begal sempat mengirimkan Rp 50 juta ke rekening Kepas Panagean Pangaribuan.

Kepas Panagean meminta Rp 2,5 miliar setelah mengancam akan memviralkan penangkapan pelaku begal yang tewaskan pegawai Basarnas, yang menurutnya tidak sesuai prosedur.

"Kemudian yang bersangkutan dengan dalih untuk membuat 1 juta pcs baju LSM, yang satu baju itu harganya Rp 250 ribu itu kalau dikalikan 1 juta berarti Rp 2,5 miliar," kata Hengki.

Hengki menjelaskan Kepas saat itu memeras anggota Polri dan mengancam akan memviralkan anggota Polri jika tidak memberi uang yang diminta. Saat itu, anggota Polri itu sudah mentransfer kepada Kepas sebesar Rp 50 juta.

"Harus bayar pada saat hari itu juga 'kalau nggak saya viralkan', kemudian terjadi tawar-menawar disepakati Rp 250 juta namun ditransfer Rp 50 juta. Sebenarnya udah Rp 50 juta aja ternyata yang bersangkutan masih kurang," jelas Hengki.


(mea/mea)