Ketua LSM Terima Rp 50 Juta dari Peras Polisi, Dipakai Bayar Utang

Nahda Rizky Utami - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 19:59 WIB
Polisi merilis pemerasan Ketua LSM Tamperak (Nahda/detikcom)
Polisi merilis pemerasan Ketua LSM Tamperak. (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap fakta baru pemerasan LSM Tamperak Rp 2,5 miliar kepada Satgas Begal Polres Metro Jakarta Pusat. Rupanya, Satgas Begal sempat mengirimkan Rp 50 juta ke rekening Kepas Panagean Pangaribuan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan Kepas meminta Rp 2,5 miliar setelah mengancam akan memviralkan penangkapan pelaku begal yang menewaskan pegawai Basarnas, yang menurutnya tidak sesuai prosedur.

"Kemudian yang bersangkutan dengan dalih untuk membuat 1 juta pcs baju LSM, yang satu baju itu harganya Rp 250 ribu itu kalau dikalikan 1 juta berarti Rp 2,5 miliar," kata Hengki saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (26/11/2021).

Hengki menjelaskan Kepas saat itu memeras anggota Polri dan mengancam akan memviralkan anggota Polri jika tidak memberi uang yang diminta. Saat itu, anggota Polri itu sudah mentransfer kepada Kepas sebesar Rp 50 juta.

"Harus bayar pada saat hari itu juga 'kalau nggak saya viralkan', kemudian terjadi tawar menawar disepakati Rp 250 juta namun ditransfer Rp 50 juta. Sebenarnya udah Rp 50 juta aja ternyata yang bersangkutan masih kurang," jelas Hengki.

Dipakai Bayar Utang

Selanjutnya, Hengki mengatakan hasil pemerasan dengan alasan membeli seragam LSM hanyalah dalih. Uang hasil pemerasan itu digunakan untuk kepentingan pribadi mereka.

"Kemudian ternyata hasil pemeriksaan kita bahwa membeli seragam hanyalah daripada LSM hanyalah sekedar dalih," tutur Hengki.

"Namun hasil pemerasan itu diberikan digunakan untuk membayar utang, membeli alat alat elektronik," imbuhnya.

Ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak), Kepas Panagean Pangaribuan, resmi menghuni Rutan Mapolres Metro Jakarta Pusat setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan.

Kepas diduga memeras dengan kedok LSM. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menyebut nominal uang yang diminta Kepas mencapai Rp 2,5 miliar.

"Pada saat terjadi pemerasan pun tersangka mengatakan 'jangan sampai saya buat seperti di tempat lain', berarti dia sudah sering," kata Hengki saat dihubungi, Senin (23/11).

Dalam aksinya ini, pelaku menakut-nakuti polisi dengan mencatut nama petinggi Polri hingga pejabat negara. Sebelum ditangkap, Kepas Panagean Pangaribuan sempat viral dengan aksinya melakukan 'sidak' ruangan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah hingga kantor Kementerian Keuangan.

Aksi Kepas Panagean Pangaribuan mendatangi sejumlah kantor instansi pemerintah, dari kantor polisi, BNN, hingga Kementerian Keuangan. Kepas Panagean juga memposting aksinya itu di akun TikTok @kepaspanageanpan5.

(mea/mea)