Teka-teki Kaitan Kasus Nurdin Abdullah dan Dicopotnya Dirjen Kemendagri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 20:37 WIB
Foto: Mochamad Ardian Noervianto (dok. Kemendagri)
Mochamad Ardian Noervianto (dok. Kemendagri)
Jakarta -

Muncul nama mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Mochamad Ardian Noervianto di sidang suap Nurdin Abdullah. Disebut, Ardian pernah meminta fee proyek hingga akhirnya dicopot sebagai Dirjen.

Ardian kini bertugas menjadi dosen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kemendagri belum menjelaskan rinci alasan pergantian jabatan Ardian itu.

"Beberapa waktu yang lalu Pak Ardian ditugaskan untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai dosen pada IPDN," ujar Kapuspen Kemendagri Benni Irwan saat dimintai konfirmasi, Jumat (26/11).

"Kami belum sampai pada hal itu (keterkaitan dengan kasus suap Nurdin Abdullah, red)," ucapnya.

Benni mengatakan Ardian dipindahtugaskan dari jabatannya minggu lalu, Jumat (19/11). Benni menekankan Ardian memang memiliki passion untuk mengajar sehingga dijadikan dosen di IPDN.

"Beliau sudah sering mengajar dan sangat memiliki passion untuk mengajar, sekaligus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, khusus berkenaan dengan pengelolaan keuangan daerah," kata Benni.

"Hal ini, juga dalam rangka memperkuat program studi Keuangan Daerah yang terdapat di IPDN," imbuhnya.

Awal Mula Nama Ardian Dibawa-bawa

Mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Sulsel Jumras-lah yang mengungkap nama Adrian di sidang kasus suap Nurdin Abdullah. Jumras dua kali mengungkap nama Ardian di persidangan, yakni saat menjadi saksi di sidang terdakwa Agung Sucipto pada Kamis, 24 Juni 2021, serta saat menjadi saksi sidang terdakwa Nurdin Abdullah pada Kamis, 26 Agustus 2021.

"Ya waktu itu, kalau tidak salah saya atau majelis hakim mendesak terus siapa orang di Kemendagri yang selalu datang mendesak. Nah akhirnya Pak Jumras menyampaikan nama dan jabatan," kata kuasa hukum Agung Sucipto, M Nursal, kepada detikcom, Jumat (26/11/2021).

"Seingat saya begitu, Pak Jumras menyebut orang mendesak minta fee ya di Kemendagri akhirnya juga didesak hakim siapa nama itu akhirnya muncullah nama yang didesak tadi," sambung Nursal.

Simak juga Video: Terkait Uang Sitaan Rp 3,5 M, Nurdin Abdullah: Itu Bantuan Masjid

[Gambas:Video 20detik]