Sudah 2 Hari Banjir Bandang di Barito Utara Belum Surut, Tinggi Capai 4 Meter

Antara - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 12:35 WIB
Banjir akibat meluapnya Sungai Teweh di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur, Jumat (26/11/2021) pagi. (ANTARA/Dokumen Pribadi)
Banjir akibat meluapnya Sungai Teweh di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur, Jumat (26/11/2021) pagi. (ANTARA/Dokumen Pribadi)
Muara Teweh -

Ratusan rumah yang tersebar di enam desa di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih terendam banjir bandang. Banjir terjadi akibat meluapnya air anak Sungai Barito, yakni Sungai Teweh.

"Pagi ini banjir mengalami kenaikan sekitar 1,6 meter dari pagi kemarin dan telah merendam ratusan rumah di enam desa," kata Camat Teweh Timur Winardi melalui Kasi Tramtib Irwanto seperti dilansir Antara, Jumat (26/11/2021).

Banjir melanda kecamatan pedalaman di Kabupaten Barito Utara ini terjadi sejak Kamis (25/11) pagi. Pada pagi ini, ketinggian air di Desa Benangin, ibu kota Kecamatan Teweh Timur, cenderung naik.

Banyak rumah warga masih terendam banjir sehingga sejumlah warga setempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan rumah lantai atas.

Tinggi Banjir Capai 4 Meter

Banjir di Desa Benangin I, Benangin II, Benangin III, Benangin V, Sampirang II, dan Muara Wakat dengan ketinggian air sekitar 3-4 meter.

"Biasanya banjir bandang ini cepat surutnya, paling lambat satu hari, namun banjir kali ini surutnya lambat, karena Sungai Barito juga debit airnya mulai naik, sehingga arus Sungai Teweh tertahan sungai besar," kata dia.

Banjir akibat meluapnya Sungai Teweh di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur, Jumat (26/11/2021) pagi. (ANTARA/Dokumen Pribadi)Banjir di Desa Benangin I, Benangin II, Benangin III, Benangin V, Sampirang II, dan Muara Wakat dengan ketinggian air sekitar 3-4 meter. (ANTARA/Dokumen Pribadi)

Dia mengatakan akses jalan dari Muara Teweh ke Benangin melalui Desa Malawaken tidak bisa dilewati karena banjir dari sebelum SMA 1 Teweh Timur di jalan lintas provinsi.

"Bagi warga yang tujuan dari Malawaken ke Benangin atau sebaliknya disarankan melewati jalan Km 30 Sikui," kata dia.

Akses Jalan Benangin ke Lampeong, Kecamatan Gunung Purei, lumpuh total karena jembatan Sei Benangin di Desa Benangin II terendam banjir dengan ketinggian air hingga 4 meter.

Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui berapa nilai kerugian akibat banjir. Namun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim), ini.

"Kita harapkan siang nanti banjir mulai surut dan aktivitas masyarakat kembali normal," ujar dia.

(jbr/idh)