KSAD Jenderal Dudung ke Prajurit TNI di Manokwari: Jangan Berpikir Bunuh KKB!

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 14:44 WIB
Manokwari -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mewanti-wanti prajurit di Manokwari, Papua Barat, untuk tidak memiliki pikiran membunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Sebaliknya, Dudung ingin prajurit TNI memikirkan bagaimana cara mengamankan masyarakat dari KKB.

"Prajurit-prajurit yang melaksanakan tugas di wilayah konflik seperti di wilayah Papua, jangan berpikir ingin membunuh KKB. Tetapi harus berpikir bagaimana melaksanakan tugas negara untuk mengamankan masyarakat Papua yang saat ini diintimidasi oleh kelompok-kelompok radikal bersenjata," kata Dudung di depan para perwira dan komandan satuan (dansat) jajaran Kodam Kasuari di aula Makodam Kasuari, Arfai, Papua Barat, Kamis (25/11/2021).

Dudung mengaku sengaja menyambangi Kodam Kasuari untuk bertemu dengan prajurit-prajurit di wilayah operasi. Dia mengatakan ingin tahu kesulitan-kesulitan anggotanya, terutama di Papua Barat

"Ini adalah salah satu angan-angan saya, apabila saya menjabat, saya akan melihat daerah operasi dan juga ingin tahu bagaimana kesulitan prajurit, bagaimana hambatan prajurit, bagaimana tantangan di lapangan," ujar dia.

Dudung meminta prajurit TNI mencintai masyarakat Papua seperti mencintai diri sendiri. Dia menegaskan kehadiran TNI di tengah masyarakat dan kepekaan TNI akan kesusahan masyarakat adalah suatu keharusan.

"Cintai masyarakat Papua seperti layaknya kita mencintai diri sendiri dengan segala macam keterbatasan. TNI harus hadir seperti yang tertuang dalam salah satu perintah harian KSAD, apa pun yang menjadi kebutuhan rakyat kita harus tahu," tutur dia.

"Sebagai pemimpin harus tahu situasi yang berkembang khususnya di wilayah Papua. Saya sering katakan dan sampaikan kepada prajurit, kalian harus dicintai oleh rakyat Papua, harus hadir di tengah-tengah masyarakat, sekecil apa pun," imbuh mantan Pangkostrad ini.

Dia pun menyampaikan seorang pemimpin harus berani dan jangan takut dengan risiko. Meski demikian, Dudung meminta prajurit tetap bersikap waspada dan mampu menganalisis situasi keamanan.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.