Pengakuan Lurah di Pekanbaru Diperas Polisi Dibantah Mentah-mentah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 07:14 WIB
Lurah Tirta Siak, Arisnardi (Raja-detikcom)
Lurah Tirta Siak, Arisnardi (Raja/detikcom)
Pekanbaru -

Polda Riau membantah pengakuan seorang lurah yang menyebut ada tindakan menyimpang di balik proses penangkapan. Tindakan yang dimaksud adalah pemerasan.

Adalah Lurah Tirta Siak di Pekanbaru, Arisnardi, yang ditangkap personel Polresta Pekanbaru terkait kasus surat tanah. Arisnardi mengaku dijebak dan diperas Rp 20 juta usai ditangkap.

"Kita merasa dijebak, uang itu tidak sama kita. Kantor kita itu pemekaran, kebetulan sewa kontrakan," kata Aris kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Aris mengatakan penangkapan terjadi pada Rabu (23/9/2021). Aris menyebut kasus ini bermula saat ada seseorang yang datang untuk mengurus surat tanah, Rabu (23/9), tapi Aris mengaku menolak karena orang tersebut tidak punya bukti kepemilikan tanah.

"Ada orang mau ngurus tanah, kita tolak itu karena tidak ada surat. Karena tidak bisa, dia ngurus lagi sekarang tanah satu persil. Itu pada Rabu (23/9) dia ngurus minta buatkan surat dan tanahnya sepadan juga sama tanah yang tidak ada surat," ujar dia.

Dia menyebut warga berinisial F itu kembali menghubungi dirinya dan mengatakan uang telah diberikan kepada kenalannya di sebelah kantor lurah. Arisnardi mengaku kaget karena merasa tidak tahu-menahu soal itu.

"Malam setelah Magrib saya ditangkap. Ya penangkapan dipimpin langsung Kanit Iptu Emir. Saya dibawa ke kantor lurah, diperiksa semua bekas-berkas dan dibawa ke Polres. Handphone saya disita," katanya.

Dalam pemeriksaan, kata Aris, Kanit yang bernama Iptu E membungkamnya dan mengintimidasi. Arisnardi mengaku menghubungi istrinya untuk datang ke Polresta Pekanbaru.

"Waktu pemeriksaan dibilang Kanit, Iptu E, 'Pak lurah, ikut saja arahan kami, karena kalau tidak, saya berani bayar orang untuk buat Bapak jadi tersangka'. Itu juga disaksikan anggotanya di situ," ucap Aris menirukan kalimat yang katanya diutarakan Iptu E.

"Kamis (24/11) datang istri. Malamnya ke ruang Kanit dan kata Kanit ada biaya untuk administrasi. Istri memenuhi uang Rp 5 juta, dikasihkan ke Aipda G. Lalu besoknya dikasih Rp 15 juta ke Kanitnya," sambung Aris.

Lihat juga video saat 'Viral Oknum TNI di Siantar Hajar Lurah Hingga Babak Belur':

[Gambas:Video 20detik]