Polisi Jamin Kasus Surat Tanah Diduga Libatkan Lurah di Pekanbaru Dilanjut

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 17:38 WIB
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi (Raja-detikcom)
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi (Raja/detikcom)
Pekanbaru -

Lurah di Pekanbaru, Arisnardi, mengaku dijebak dan diperas Rp 20 juta setelah ditangkap terkait kasus pengurusan surat tanah. Polisi mengatakan proses hukum terkait kasus itu dilanjutkan.

"Sekarang berkas sudah di kejaksaan P-19. Ada berkas yang harus dilengkapi, ya kami sudah lengkapi itu," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Dia mengatakan tak ada pemerasan yang dilakukan anggotanya. Menurutnya, Polresta Pekanbaru menangani kasus ini dengan serius.

"Tidak ada pemerasan. Tuduhan itu tidak benar, kami sangat serius menangani ini. Yang jelas kasus lanjut," ujar Pria Budi.

Pria Budi mengatakan Arisnardi dijerat Pasal 12A UU Tipikor karena nilai barang bukti di bawah 5 juta. Dia kembali menegaskan tak ada permintaan duit Rp 20 juta dari anggotanya.

"Jadi itu alasannya bukan gara-gara Rp 20 juta. Duit yang diamankan Rp 3 juta," kata Pria Budi.

Sebelumnya, Arisnardi, yang merupakan Lurah Tirta Siak, menyebut kasus ini bermula saat ada orang datang untuk mengurus surat tanah pada Rabu (23/9). Dia mengaku menolak permohonan pengurusan surat tanah itu karena tidak ada bukti kepemilikan tanah.

"Ada orang mau ngurus tanah kita tolak itu karena tidak ada surat. Karena tidak bisa, dia ngurus lagi SKGR tanah satu persil. Itu pada Rabu (23/9) dia ngurus minta buatkan surat dan tanahnya sepadan juga sama tanah yang tidak ada surat," katanya.

Singkat cerita, Aris diamankan dan dibawa ke Mapolresta Pekanbaru. Aris mengaku dimintai uang Rp 20 juta oleh Kanit Iptu E, yang kini menjabat Kapolsek Peranap.

"Kamis (24/11) datang istri. Malamnya ke ruang Kanit dan kata Kanit ada biaya untuk administrasi. Istri memenuhi uang Rp 5 juta, dikasihkan ke Aipda G. Lalu besoknya dikasih Rp 15 juta ke Kanitnya," kata Aris.

Arisnardi mengatakan Kanit meminta uang Rp 20 juta karena ada perintah dari Kasat Reskrim. Uang Rp 20 juta itu disebut untuk administrasi setelah penahanan Arisnardi ditangguhkan.

"Rp 20 juta itu katanya bawa nama Kasat, itu untuk administrasi. Ya kita tidak tahu, itu urusan dia. Saya nggak tahu itu uang untuk siapa karena psikis kita kan sudah tertekan," katanya.

(ras/haf)