Kapolresta Pekanbaru Bantah Anggotanya Jebak-Peras Lurah Rp 20 Juta

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 14:30 WIB
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi (Raja-detikcom)
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi (Raja/detikcom)
Pekanbaru -

Lurah di Pekanbaru, Arisnardi, mengaku dijebak dan diperas saat ditangkap terkait kasus pengurusan surat tanah. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi membantah tuduhan pemerasan oleh anggotanya itu.

"Tak benar itu, silakan dia buktikan kalau diberikan uang. Propam sedang bekerja kita lihat saja hasilnya apakah tuduhannya benar atau tidak," kata Kombes Pria Budi saat dimintai konfirmasi, Rabu (24/11/2021).

Pria mengatakan kasus itu tetap berlanjut meskipun ada tuduhan pemerasan. Dia mengatakan Arisnardi tidak ditahan karena barang bukti yang diamankan berjumlah Rp 3 juta.

"Alasannya lihat pasal 12A UU Tipikor. Bahwa nilai barang bukti di bawah Rp 5 juta ancaman hukumannya 3 tahun. Jadi menurut KUHAP ancaman di bawah 5 tahun tidak ditahan, kecuali pasal pengecualian," katanya.

Dia mengatakan penyidik tetap bekerja secara profesional dalam menangani kasus ini. Dia menjamin tidak ada anak buahnya yang melakukan pemerasan.

"Penyidik tetap profesional dan proporsional du kasus ini, ini merupakan perhatian publik dan tidak mungkin kita macam-macam di sini. Yang jelas kasus tetap lanjut," katanya.

Sebelumnya, Lurah Tirta Siak, Arisnardi, ditangkap personel Polresta Pekanbaru terkait kasus surat tanah. Arisnardi mengaku dijebak dan diperas Rp 20 juta saat ditangkap.

Arisnardi mengatakan penangkapan terjadi pada Rabu (23/9/2021). Dia menyebut dia diamankan oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru. Aris mengaku dijebak sebelum ditangkap.

"Kita merasa dijebak, uang itu tidak sama kita. Kantor kita itu pemekaran, kebetulan sewa kontrakan," kata Arisnardi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.