Mengenal Siklon Tropis Paddy Penyebab Angin Kencang Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 09:46 WIB

Siklon tropis memiliki kecepatan angin maksimum rata-rata 10 menit tertinggi yang terjadi di dalam wilayah sirkulasi siklon. Angin dengan kecepatan tertinggi ini biasanya terdapat di wilayah cincin di dekat pusat siklon, atau jika siklon ini memiliki mata, berada di dinding mata.

Daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan. Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10-20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh di atas daerah lintang 20°, sedangkan di daerah lintang rendah (0-10°) siklon tropis jarang terbentuk.

Peringatan Dini

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini imbas siklon tropis Paddy. Siklon tropis tersebut memberikan dampak terhadap ketinggian gelombang di wilayah perairan barat Bengkulu - perairan selatan Jawa Tengah, Selat Sunda dan Samudra Hindia selatan Jawa pada 24-25 November.

BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda, perairan selatan Banten-Jawa tengah, Laut Sulawesi, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Laut Jawa, dan Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Tengah.

Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan utara Sabang, perairan barat Aceh - Nias, perairan pesisir Bengkulu, Samudra Hindia barat Aceh-Kep. Nias, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sunda bagian utara, perairan timur Lampung, perairan selatan Jawa Timur - NTT, Selat Bali dan Lombok bagian selatan, Samudra Hindia selatan Bali - NTB, perairan Anambas-Natuna, perairan Subi-Serasan, Laut Jawa, perairan selatan Kalimatan, Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan Bitung - Kep. Sitaro, perairan utara Kep. Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera-Papua.

Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya adalah perairan barat Kep. Mentawai-Enggano, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Natuna bagian utara.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Simak imbauan untuk warga di halaman selanjutnya.