Ketua Lembaga Kredit di Buleleng Bali Jadi Tersangka Korupsi Rp 1,2 M

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 08:22 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Buleleng -

Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, berinisial KR ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. KR diduga telah melakukan korupsi senilai Rp 1,2 miliar.

"Tim penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dengan inisial KR yang menjabat selaku Ketua LPD Tamblang berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor B-714/N.1.11/Fd.2/11/2021 tanggal 22 November 2021," kata Kejari Buleleng I Putu Gede Astawa dalam keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).

Astawa mengatakan LPD Tamblang didirikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Bali Nomor 495 Tahun 1985 tentang Pembentukan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Tamblang. Modal pertama LPD berjumlah Rp 2 juta yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi Daerah Tingkat I Bali.

"Dalam pengelolaan dana LPD Desa Adat Tamblang tersebut, pengurus yakni Ketua, Sekretaris, dan Bendahara telah menggunakan dana LPD untuk kepentingan pribadi, sehingga telah merugikan keuangan negara, khususnya LPD Desa Adat Tamblang," terang Astawa.

"Berdasarkan hasil perhitungan sementara tim penyidik Kejari Buleleng diduga ada temuan selisih dana yang berindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,2 miliar," tambahnya.

Astawa menegaskan, sampai saat ini penyidik masih menunggu perhitungan selisih dana tersebut dari pihak Tim Inspektorat Daerah Buleleng.

Kemudian tersangka KR saat ini disangkakan melanggar Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8, dan Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh Kejari Buleleng di antaranya berupa dokumen kredit LPD dokumen pendirian LP dan laporan-laporan keuangan tahunan.

(mae/mae)