Sempat Lumpuh Akibat Banjir-Longsor, Jalan Raya di Buleleng Kembali Normal

Sui Suadnyana - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 13:43 WIB
Jalan Raya di Buleleng arah Denpasar, Bali sempat terputus lantaran banjir disertai tanah longsor, Jumat (19/11/2021).
Jalan raya di Buleleng arah Denpasar, Bali, sempat terputus lantaran banjir disertai tanah longsor, Jumat (19/11/2021). (Foto: dok. BPBD Buleleng)
Buleleng -

Jalan raya di Buleleng arah Denpasar, Bali, sempat terputus akibat banjir dan tanah longsor. Kini jalan tersebut sudah bisa dilintasi kendaraan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan kemarin malam kondisi jalan sudah kembali normal. Jalan raya tersebut sempat tak bisa dilintasi sekitar 45 menit.

"Sudah (normal), kemarin pukul 19.00 Wita sudah normal," kata Ariadi lewat pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (20/11/2021).

Jalan yang sempat terputus itu terletak di Banjar Dinas Taman, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Saat diguyur hujan deras kemarin, Jumat (19/11), terjadi banjir dan tanah longsor.

"(Jalan lumpuh) kurang-lebih 45 menit," sambung Ariadi.

Jalan Raya di Buleleng arah Denpasar, Bali sempat terputus lantaran banjir disertai tanah longsor, Jumat (19/11/2021).Jalan Raya di Buleleng arah Denpasar, Bali, sempat terputus lantaran banjir disertai tanah longsor, Jumat (19/11/2021). (Foto: dok. BPBD Buleleng)

Ariadi mengungkapkan peristiwa banjir dan tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Wilayah itu diguyur hujan deras mulai pukul 13.00 Wita.

Peristiwa banjir dan longsor ini juga viral di berbagai media sosial. Seperti yang dilihat detikcom dalam video yang beredar, material longsor berupa bebatuan besar menutupi jalan.

Meski demikian, pengendara mobil dan sepeda motor tetap berupaya melewati jalan tersebut. Ariadi menyebut tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

Ariadi mengungkapkan, guna memulihkan kondisi lalu lintas, pihaknya di BPBD Kabupaten Buleleng bersama Perlindungan Masyarakat Desa Munduk menyingkirkan material longsor. Menurut Ariadi, hal ini bukan yang pertama kali.

Hal serupa pernah terjadi lantaran topografi tanah yang lebih tinggi dari jalan raya. Untuk mencegah kejadian serupa, BPBD Kabupaten Buleleng bersama Kepala Desa Munduk mengimbau masyarakat tidak melakukan pengerukan tanah.

"Untuk mencegah terjadi longsor, kita bersama Perbekel Munduk mengimbau warga masyarakat agar tidak melakukan pengerukan tanah," jelasnya.

(aud/aud)