Curhat Sekuriti Bandara Bali Sebab Bertato-Tindik Diancam Pecat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 22:46 WIB
Petugas melintas di area Terminal Internasional menjelang pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (13/10/2021). Bandara Ngurah Rai akan dibuka kembali untuk melayani penerbangan internasional pada Kamis (14/10) besok. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Bandara I Gusti Ngurah Rai (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Menurutnya, jumlah keberadaan karyawan saat ini sudah tidak sebanding kebutuhan perusahaan. Karena itu, dalam seleksi ulang nanti harus ada yang gugur. Mereka yang direkrut kembali nantinya harus lolos dalam seleksi ulang.

Sebelumnya, para petugas sekuriti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyayangkan adanya pengurangan karyawan di tengah kondisi penerbangan yang membaik, terutama domestik.

Menjawab hak tersebut, Taufan juga mengakui bahwa dari segi trafik penerbangan domestik memang sudah ada peningkatan walaupun belum maksimal. Hanya, jika dilihat dari berbagai kondisi yang lainnya, pihaknya belum sanggup menampung seluruh karyawan yang ada.

"Memang orang melihat dari sisi penumpang, penumpang (memang) naik. Tapi dari sisi yang lain, belum bisa kami," jelas Taufan.

Oleh karena itu, pihaknya harus tetap melakukan pengurangan karena jumlah karyawan yang ada saat ini sudah tidak sebanding dengan kebutuhan operasional dan kondisi perusahaan. Taufan mengakui bahwa pihaknya juga merasa kasihan kepada karyawan nantinya yang tidak bisa melanjutkan bekerja di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Bagaimana juga kalau kita melihat dari sisi yang lain, dari sisi kemanusiaan, sama kita juga merasa kasihan. Tapi kembali lagi, kebutuhan operasional kami sudah turun terus kondisi perusahaan juga masih seperti ini. Ya mau enggak mau ada beberapa hal yang harus kami lakukan penyesuaian," ungkapnya.


(aik/rfs)